Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Eduday Kabupaten Pasuruan, Mas Bupati Rusdi Motivasi Tenaga Pendidik Adaptif Terhadap Perkembangan Teknologi

Gambar berita
25 Juni 2025 (20:50)
Pelayanan Publik
496x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Adaptasi teknologi dan perubahan kurikulum adalah tantangan tersndri bagi para pendidik di era disrupsi yang identik dengan perubahan begitu cepat. Oleh karenanya, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meminta kepada seluruh tenaga pendidik agar senantiasa menambah kapasitasnya. Terutama harus membekali diri dengan literasi digital yang harus terus ditingkatkan setiap saat.  

Menurutnya, hal itu sangat penting dilakukan oleh setiap insan pendidik. Sehingga mampu menjawab tantangan dinamika dunia pendidikan yang cepat berubah saat ini.

“Kita harus menyesuaikan, apakah kurikulum pendidikan tetap merdeka atau kurikulum yang lainnya. Pada dasarnya pendidikan sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Tentunya untuk mencapai kemajuan bangsa,” urainya.  

Disampaikan dalam agenda Penganugerahan Penulis Kabupaten Pasuruan yang dikemas dengan Talkshow Pembelajaran berbasis Digital dan Deep Learning yang digelar di Finna Golf and Resort, Prigen, Kepala Daerah menggaribawahi tentang sikap adaptif yang bersifat mutlak bagi pendidik. Baik Kepala Sekolah maupun Guru. Seperti yang diungkapkan dalam pernyataannya berikut ini.  

“Nanti kurikulum terbaru dari Kementerian Pendidikan juga ada muatan pendidikan Artificial Intelegence dan Coding. Ini tantangan bagaimana bisa mengajari anak-anak kita. Jadi ini adalah perkembangan teknologi pendidikan yang harus kita ikuti,” pintanya seraya tersenyum.  

Masih di momen yang sama, Mas Bupati Rusdi tak lupa menitipkan pesannya kepada insan pendidik yang hadir dalam acara yang diinisiasi oleh Penerbit Erlangga dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan tersebut.  Bahwa muatan pendidikan informal yang selama ini diterapkan di Kabupaten Pasuruan harus tetap dipertahankan sebagai pengayaan muatan pendidikan lokal.  

“Banyak yang membanding-bandingkan pendidikan kita dengan negara luar. Padahal setiap negara punya kearifan pendidikan masing-masing. Kearifan pendidikan di negara kita termasuk di Kabupaten Pasuruan harus dipertahankan. Karena tidak hanya pendidikan formal saja, tapi juga pendidikan non formal seperti pendidikan Madin. Nah ini kita harus sinergi kolaborasi,” ujarnya dalam agenda yang turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi tersebut.

Dalam acara yang dihadiri oleh para akademisi, penulis buku serta narasumber berkompeten di bidang pendidikan tersebut, Mas Bupati Rusdi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan pendidikan. Tidak terkecuali ditujukan kepada orang tua siswa agar terus berupaya memberikan pendidikan berkualitas bagi putra-putrinya.  

Sebaliknya, ia menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program transformasi pendidikan. Baik melalui penyediaan infrastruktur fisik, infrastruktur digital, pelatihan tenaga pendidik maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Tantangan para pendidik sekarang luar biasa. IPM Kabupaten Pasuruan harus meningkat. Ini menjadi PR kita bersama di bidang pendidikan. Ayo bersama-sama mewujudkan budaya belajar yang inovatif, kolaboratif dan berdaya saing global. Terlebih dunia pendidikan dituntut mampu menjadi garda terdepan dalam inovasi. Tugas kita semua, bagaimana bisa memberdayakan pendidikan di era digital. Sekaligus menggali strategi pembelajaran mendalam yang efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka,” serunya pada hari Rabu (25/6/2025).

Sementara itu, Mas Bupati Rusdi berkesempatan memberikan penghargaan kepada para penulis berbakat yang turut dihadirkan dalam kegiatan. Ada tiga kategori yakni Penulis Buku Muatan Lokal Pasuruan, Penulis Buku Seri Indonesia Raya dan Penulis Buku Widya Basa Jawa Timur.

Apresiasi diberikan kepada kelima Pengarang Lokal Pasuruan, Wonderfull In English Kelas VII. Masing-masing, Mauludiyah, Nafan Sahaludin, Saifi Yunianto, Firly Dina Arofah dan Indah Nur Anisah.

Penghargaan Pengarang Buku Seri Indonesia Raya: Kriya Batik diberikan kepada Yayuk Sudarwati dan Dimas Alfiandi. Sedangkan Pengarang Buku Widya Basa Jawa Timur ditujukan kepada Tresno Sukendro. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gus Shobih Berangkatkan Puluhan Peserta Gerak Jalan Santri 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Nahdhatul Ulama menggelar Gerak Jalan Hari...

Article Image
Buka Lomba Da'i Nusantara, Gus Shobih : Selamat Berdakwah. Santri Jaman Sekarang Harus Melek Digital

Ratusan pelajar SMP/Mts dan santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Da'i Nu...

Article Image
Buka Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026, Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo : Main Games Boleh Asalkan Tetap Utamakan Ibadah dan Pendidikan

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten menggelar Bupati...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Buka Bupati Charity Cup XXIV 2026 di Finna Golf & Country Club Prigen

Wakil Bupati Pasuruan, H. M. Shobih Asrori, secara resmi membuka ajang tahunan B...

Article Image
Borong Tiga Penghargaan Sekaligus, Kabupaten Pasuruan Unggul dalam Inovasi, Pangan, hingga Pariwisata di JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dala...