Adaptasi teknologi dan perubahan kurikulum
adalah tantangan tersndri bagi para pendidik di era disrupsi yang identik
dengan perubahan begitu cepat. Oleh karenanya, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo
meminta kepada seluruh tenaga pendidik agar senantiasa menambah kapasitasnya. Terutama
harus membekali diri dengan literasi digital yang harus terus ditingkatkan
setiap saat.
Menurutnya, hal itu sangat penting dilakukan
oleh setiap insan pendidik. Sehingga mampu menjawab tantangan dinamika dunia
pendidikan yang cepat berubah saat ini.
“Kita harus menyesuaikan, apakah kurikulum
pendidikan tetap merdeka atau kurikulum yang lainnya. Pada dasarnya pendidikan
sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Tentunya untuk mencapai kemajuan
bangsa,” urainya.
Disampaikan dalam agenda Penganugerahan Penulis
Kabupaten Pasuruan yang dikemas dengan Talkshow Pembelajaran berbasis Digital
dan Deep Learning yang digelar di Finna Golf and Resort, Prigen, Kepala Daerah menggaribawahi
tentang sikap adaptif yang bersifat mutlak bagi pendidik. Baik Kepala Sekolah
maupun Guru. Seperti yang diungkapkan dalam pernyataannya berikut ini.
“Nanti kurikulum terbaru dari Kementerian
Pendidikan juga ada muatan pendidikan Artificial Intelegence dan Coding. Ini
tantangan bagaimana bisa mengajari anak-anak kita. Jadi ini adalah perkembangan
teknologi pendidikan yang harus kita ikuti,” pintanya seraya tersenyum.
Masih di momen yang sama, Mas Bupati Rusdi tak
lupa menitipkan pesannya kepada insan pendidik yang hadir dalam acara yang
diinisiasi oleh Penerbit Erlangga dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan
tersebut. Bahwa muatan pendidikan informal
yang selama ini diterapkan di Kabupaten Pasuruan harus tetap dipertahankan
sebagai pengayaan muatan pendidikan lokal.
“Banyak yang membanding-bandingkan pendidikan
kita dengan negara luar. Padahal setiap negara punya kearifan pendidikan
masing-masing. Kearifan pendidikan di negara kita termasuk di Kabupaten
Pasuruan harus dipertahankan. Karena tidak hanya pendidikan formal saja, tapi
juga pendidikan non formal seperti pendidikan Madin. Nah ini kita harus sinergi
kolaborasi,” ujarnya dalam agenda yang turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi tersebut.
Dalam acara yang dihadiri oleh para akademisi,
penulis buku serta narasumber berkompeten di bidang pendidikan tersebut, Mas
Bupati Rusdi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan
pendidikan. Tidak terkecuali ditujukan kepada orang tua siswa agar terus berupaya
memberikan pendidikan berkualitas bagi putra-putrinya.
Sebaliknya, ia menyatakan komitmennya untuk
mendukung program-program transformasi pendidikan. Baik melalui penyediaan
infrastruktur fisik, infrastruktur digital, pelatihan tenaga pendidik maupun kolaborasi
dengan berbagai pihak.
“Tantangan para pendidik sekarang luar biasa.
IPM Kabupaten Pasuruan harus meningkat. Ini menjadi PR kita bersama di bidang
pendidikan. Ayo bersama-sama mewujudkan budaya belajar yang inovatif, kolaboratif
dan berdaya saing global. Terlebih dunia pendidikan dituntut mampu menjadi
garda terdepan dalam inovasi. Tugas kita semua, bagaimana bisa memberdayakan
pendidikan di era digital. Sekaligus menggali strategi pembelajaran mendalam
yang efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka,” serunya pada hari Rabu (25/6/2025).
Sementara itu, Mas Bupati Rusdi berkesempatan
memberikan penghargaan kepada para penulis berbakat yang turut dihadirkan dalam
kegiatan. Ada tiga kategori yakni Penulis Buku Muatan Lokal Pasuruan, Penulis Buku Seri Indonesia Raya dan Penulis Buku Widya Basa Jawa Timur.
Apresiasi diberikan kepada kelima Pengarang
Lokal Pasuruan, Wonderfull In English Kelas VII. Masing-masing, Mauludiyah, Nafan
Sahaludin, Saifi Yunianto, Firly Dina Arofah dan Indah Nur Anisah.
Penghargaan Pengarang Buku Seri Indonesia Raya: Kriya Batik diberikan kepada Yayuk Sudarwati dan Dimas Alfiandi. Sedangkan Pengarang Buku Widya Basa Jawa Timur ditujukan kepada Tresno Sukendro. (Eka Maria)
Komentar