Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

DPRD Setujui Raperda Pertanggung Jawaban Non APBD 2023 DIsahkan Jadi Perda

Gambar berita
04 Juli 2023 (14:00)
Pemerintahan
2115x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Pertanggungjawaban Non APBD  2023 (Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022) disetujui dan disahkan menjadi Perda.

Pengesahan Perda tersebut ditandai dengan pembubuhan tanda tangan oleh Plh Bupati Pasuruan, Mujib Imron dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan dalam Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (03/07/2023) siang.

Sudiono mengatakan, LKPJ Bupati terhadap pelaksanaan APBD 2022 disepakati untuk dijadikan Perda, dengan nilai pendapatan yang mencapai Rp 3,35 triliun. Sementara, belanja daerah mencapai Rp 3,45 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat defisit anggaran hingga Rp 97 miliar. 

“Apakah sepakat untuk disetujui menjadi perda?,” kata Mas Dion-sapaannya sembari bertanya kepada anggota dewan yang hadir. 

Begitu sepakat, Mas Dion pun mengetuk palu. Tanda kesepakatan dari anggota legislative lainnya. 

Hanya saja, meski disepakati untuk disahkan, namun sejumlah sorotan diberikan DPRD Kabupaten Pasuruan terhadap kinerja Pemkab Pasuruan. Sorotan itu disampaikan legislative dalam paripurna persetujuan raperda tentang 

Salah satunya berkaitan dengan masalah parkir tepi jalan. Serta percepatan penanganan jalan rusak di Kabupaten Pasuruan. Hingga masalah RTLH yang masih banyak. 

“Pemkab Pasuruan perlu melakukan kolaborasi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk percepatan penanganan jalan rusak di Kabupaten Pasuruan,” ungkap juru bicara Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Hatta Rifki dalam paripurna tersebut. 

Bukan hanya soal jalan. Hatta juga menyinggung soal target PAD dari retribusi parkir tepi jalan yang dinilai rendah. Harusnya bisa dimaksimalkan. Lantaran banyaknya titik-titik layanan parkir yang dikelola Pemkab Pasuruan. 

Hal lain yang menjadi sorotan, berkaitan dengan RTLH. Masih banyak RTLH yang butuh sentuhan. Agar masyarakat memiliki rumah lebih layak. 

Sementara itu, Plh Bupati Pasuruan, Mujib Imron menegaskan bahwa beberapa rekomendasi yang masuk akan ditindaklanjuti sebagai upaya dalam menciptakan pemerintahan yang lebih baik. 

“Kami menyambut baik masukan dan saran anggota dewan. Masukan dan saran tersebut, akan kami tindaklanjuti,” singkatnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...