Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

DISPERINDAG KABUPATEN PASURUAN TEMUKAN CABAI IMPOR DIJUAL BEBAS DI PASAR

Gambar berita
08 Maret 2017 (13:41)
Ekonomi
3690x Dilihat
0 Komentar
admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan menemukan cabai impor dari China dan India, dijual bebas di Pasar Pandaan dan Pasar Bangil.

Edi Suwanto, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan mengatakan, temuan cabai impor itu adalah pada saat Tim Monitoring Disperindag berkeliling dari satu pasar ke pasar lainnya, Selasa (07/03) sore. Dalam temuan tersebut, setidaknya ada 4 pedagang di Pasar Pandaan serta 1 pedagang di Pasar Bangil yang secara terang-terangan menjual cabai impor tersebut dengan harga jauh lebih murah dari cabai rawit local.

“Kalau cabai rawit local sekarang masih tinggi, yakni Rp 125 ribu, tapi cabai impor ini harganya kalau di tingkat kulakan antara Rp 40-Rp 60 ribu, dan dijual ke konsumen antara Rp 60 ribu-Rp 80 ribu. Inilah fakta yang terjadi di lapangan dari hasil temuan kita,” kata Edi di sela-sela kesibukannya, Rabu (08/03).

Dari temuan itu, Disperindag langsung mengambil beberapa sampel cabai merah, untuk nantinya dikirim ke UPT Pengawasan dan Pengadaan Barang  Jawa Timur. Kata Edi, cabai-cabai tersebut tidak dikulak oleh para pedagang, melainkan truk-truk pembawa cabai yang langsung menurunkan barang ke pasar-pasar tradisional, dan ditawarkan kepada pedagang.

“Setelah kita tanya-tanya, ternyata cabai-cabai ini ada yang dibawa dari Probolinggo, Mojokerto, dan Pasar Porong. Mungkin ada pedagang yang tergiur karena murahnya harga cabai impor, sehingga mereka mau membelinya untuk kemudian dijual ke konsumen,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, fisik cabai impor yang dijual bebas di Pasar Pandaan dan Bangil sangat jauh berbeda dengan cabai rawit local. Kalau cabai local terlihat segar dan rasanya sangat pedas, akan tetapi cabai impor fisiknya menyerupai cabai merah besar, akan tetapi lusuh dan kering, isi cabai banyak yang busuk, serta rasanya yang tidak pedas. Dengan ditemukannya cabai impor, Edi menghimbau para konsumen untuk berhati-hati dalam membeli cabai.

“Mending beli cabai local saja, karena sudah jelas tidak berbahaya. Kalau cabai impor dari bentuknya saja tidak menyenangkan, takutnya nanti justru malah tambah berbahaya bagi kesehatan kita. Kita akan pagari semua pedagang dengan cara terus menerus kita lakukan sosialisasi dan monitoring sampai tidak ada lagi cabai impor di pasar Kabupaten Pasuruan,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Panggilan Kedaruratan Command Center 112, Komitmen Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Maksimalkan Layanan Publik

Memaksimalkan tugas pokok dan fungsi perannya di bidang komunikasi dan informat...

Article Image
RSUD Grati Gelar Baksos Skrining Kanker Payudara dengan Teknologi ABUS

Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Grati melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) deteksi...

Article Image
Ketua dan Pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Pasuruan Masa Khidmat 2026-2031, Dilantik

Ketua Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Dikunjungi Peserta SSDN P4N Angkatan LXX Lemhanas RI

Kabupaten Pasuruan kedatangan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Progra...

Article Image
Ribuan ASN Pemkab Pasuruan Ikuti Health Walk 2026

Ribuan pegawai Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengikuti Health Walk alias Jalan S...