Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Diantaranya dilakukan dengan mengoptimalkan pelibatan petani muda melalui program YESS (Youth Enterpreneurship And Employment Support Services). Pernyataan itu disampaikan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto pada saat didapuk sebagai pembicara dalam National Conference of Aplied In Agriculture and Animal Science (NCAAA) 2024.
Dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-6 Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Malang yang dilaksanakan pada hari Rabu (24/7/2024), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur menjabarkan tentang strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang terus dimaksimalkan implementasinya. Baik yang dilakukan dalam bentuk pendampingan oleh fasilitator, mobilizer dan financial advisor hingga pengembangan SDM. Mulai dari pelatihan, pemagangan, hibah kompetitif, job fair hingga akses keuangan.
"Pemkab Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian intens melakukan pendampingan jejaring usaha melalui klaster komoditas dan pengembangan usaha untuk meningkatkan omzet dan pendapatan penerima manfaat. Sehingga nantinya, kami harapkan penerima manfaat program YESS lebih mandiri dalam berwira usaha," urainya di Aula Sasana Giri Sabha Polbangtan Malang.
Ditambahkannya, ke depannya Pemerintah Daerah akan terus melanjutkan program YESS yang saat ini telah berjalan. Diantaranya dengan melakukan replikasi program yang direncanakan dan mereplikasi program yang dilaksanakan pada tahun 2025, mengacu Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026.
"Berdasarkan arah kebijakan 2025, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan akan menciptakan 1.000 wirausahawan muda. Kami akan melibatkan beberapa Perangkat Daerah terkait. Tidak hanya DKPP saja, tetapi juga Disperindag, Kominfo, Dinkop dan UM, Disnak dan Keswan dan Dinas Perikanan. Hal itu sudah kami masukkan dalam Renstra DKPP 2024-2026, Perbup No 40 Tahun 2023," urainya dengan bersemangat.
Disampaikan di hadapan mahasiswa/ mahasiswi dan segenap sivitas akademika POLBANGTAN Malang, Pj. Bupati Andriyanto juga menjelaskan bentuk dukungan lain yang telah dioptimalkan. Yakni menghubungkan penerima manfaat dengan perusahaan sebagai upaya pengembangan usaha penerima manfaat. Seperti yang dilakukan terhadap PT. Petrogas dengan petani Kentang di Kecamatan Tosari dan Tutur. Berikut dilakukan dalam Pelatihan Sertifikasi Benih Kentang dan Penyusunan SOP Perbanyakan Benih Kentang.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala DKKP Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri menyebutkan, jumlah penerima hibah kompetitif berupa bantuan permodalan untuk pengembangan usaha pertanian sebanyak 207 orang. Terdiri dari penerima manfaat program YESS sejak tahun 2021 hingga 2024 dengan total hibah yang diberikan sebesar Rp 7 Milyar lebih. Terbagi dalam 4 kategori, yakni Pemula, Berkembang, Maju dan Klaster.
Jumlah penerima manfaat sejak tahun 2019 hingga 2024 mencapai total 14.493 orang, terdiri dari pemuda berusia 17-39 tahun yang tersebar di 24 Kecamatan. Adapun intervansi program YESS meliputi pelatihan, permagangan, hibah kompetitif, akses layanan keuangan dan job fair.
Pelatihan terdiri dari 5 tingkatan. Jalur Motivasi Bisnis, Peningkatan Kapasitas Menajemen Bisnis Bagi Pemula, Literasi Keuangan Lanjutan, Proposal Bisnis dan Pelatihan Lanjutan Advance Training. Sedikitnya 8.614 penerima manfaat telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM Pertanian. (Eka Maria)
Komentar