Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Nurita Batik. Pertahankan Motif Bunga Khas Kabupaten Pasuruan Sebagai Ciri Khas

Gambar berita
11 Juli 2023 (16:03)
Ekonomi
2705x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Di tengah tren fashion yang terus up date dari waktu ke waktu, ada para pembatik yang ternyata bertahan dengan karyanya. Bahkan tak perlu khawatir dalam hal saingan.

Salah satunya adalah Nurita Iza Rosdiany (54), pembatik dari Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Saat ditemui di rumahnya, selasa (11/07/2023) siang, Nurita bercerita seputar bagaimana bisa tetap tetap eksis membatik namun tetap mengikuti tren fashion yang ada.

Menurutnya, batik di era kekinian tak melulu dipakai kalangan dewasa. Melainkan remaja millenial yang bisa mengenakan batik dengan tetap modis dan fashionable. Tepatnya dengan memadu padankan motif batik menjadi lebih trendy, anak muda banget dan stylist.

"Sekarang ini batik bisa dibuat jadi apa saja. Bukan hanya kemeja, tapi jas, blazer, celana pendek, kaos dan lainnya. Tinggal bagaimana pintar-pintarnya memadupadankan," katanya.

Perihal kesukaan akan membatik, Nurita mengaku mulai tertarik sejak melihat lomba membatik yang diselenggarakan oleh Pemkab Pasuruan di tahun 2014 silam. Ia melihat jumlah peserta hanya 3 orang saja. Dari situlah muncul niatan untuk belajar mengenal batik.

Gayung bersambut, PT Sorini, salah satu perusahaan di Beji menggelar pelatihan membatik. Disitulah ia menjadi salah satu peserta dan kesempatan itu tak ia sia-siakan supaya lebih tahu bagaimana cara membatik yang baik dan benar.

"Saya terima kasih kepada PT Sorini yang membuat pelatihan waktu itu. Dan kini, saya malah yang melatih kegiatan membatik dari CSR PT Sorini, betul-betul berkah," ungkapnya.

Butuh waktu 4 tahun sampai Nurita bisa membuat batik untuk orang lain. Dalam artian batik yang bisa dibuat dan diperjual belikan kepada para pecinta batik. 

"Empat tahun saya kadang membatik kadang nggak. Pas di tahun 2018 saya putuskan untuk membuat batik untuk bisnis," singkatnya.

Dalam hal motif, Nurita lebih menonjolkan motif yang menjadi kekayaan alam setempat. Dia lebih memilih flora, seperti krisan atau seruni (Chrysanthemum) dan sedap malam (Polianthes tuberosa), sebagai pilihan. Namun ia tak menolak jikalau banyak pesanan yang datang kepadanya, namun mengharuskan dengan motif lain.

"Kalau sudah bisnis, pesan motif apapun akan saya ladeni. Karena ini peluang dan kesempatan untuk mengasah kemampuan saya lebih luas lagi," tegasnya.

Nurita meyakini, kekhususan motif flora miliknya bisa menjadi modal untuk bisa bertahan di tengah kuatnya persaingan. Dengan harga Rp 150.000-Rp 500.000 per lembar kain untuk teknik cap dan kombinasi serta Rp 1 juta untuk batik tulis, sejauh ini Nurita baru bisa memenuhi pasar lokal.

"Paling mahal beberapa waktu lalu, ada teman di perusahaan yang beli kain saya Rp 2,5 juta. Batik tulis dengan pewarnaan alam," tuturnya.

Dua sistem penjualan, yakni daring dan luring, ditempuh untuk meraih pasar lebih luas. 

"Kalau sistem online, saya baru menggunakannya. Saya juga sering update status di media sosial," ujarnya

Kini, Nurita merasakan jerih payahnya dalam mengembangkan batik. Dengan 7 orang pegawai yang bekerja di rumahnya, ia mengaku terus kebanjiran order, baik dari instansi pemerintahan, perusahaan dan masyarakat umum.

"Pokoknya bersyukur, karena batik saya banyak yang menyukainya," tutupnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...

Article Image
Mas Rusdi Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 297 pejabat di Lingkungan Pemeri...

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...