Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

4 Bulan 4 Warga Meninggal DBD. Dinkes Kabupaten Pasuruan Minta Masyarakat Waspada

Gambar berita
26 Mei 2022 (11:08)
Kesehatan
2847x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau masyarakat untuk mewaspadai demam berdarah.

Himbauan ini bukan tanpa sebab. Lantaran dalam empat bulan terakhir sudah ada kasus 4 warga Kabupaten Pasuruan meninggal dunia akibat demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah mengatakan, keempat warga meninggal ini terdiri dari anak anak hingga orang dewasa. Apabila penanganannya terlambat dan indikasi gejala sakitnya tidak diketahui secara dini, maka bisa berujung kematian.

"Demam berdarah itu penyakit yang harus diketahui sejak dini, dan seketika wajib diobati. Kalau sudah parah baru diobati bisa terlambat dan berakibat fatal, yakni kematian," kata Ani di sela-sela kesibukannya, Kamis (26/05/2022) pagi.

Selain 4 warga meninggal, Dinkes Kabupaten Pasuruan mencatat sudah ada 238 kasus DBD (demam berdarah dengue) sepanjang Januari-April 2022. Ia berharap kasus akan semakin menurun sepanjang masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Utamanya dengan tetap melakukan gerakan 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menimbulkan genangan air.

“Tetap jaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan kotor menjadi pemicu perkembangbiakan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD. Intinya PHBS dioptimalkan, ” himbaunya

Tak hanya 3 M sebagai langkah antisipasi penyebaran nyamuk aedes agepthy, Ani juga menghimbau masyarakat untuk bisa menghindari gigitan nyamuk saat tidur dengan menggunakan kelambu atau menyalakan obat nyamuk atau menggunakan lotion anti nyamuk saat beristirahat.

Sedangkan dari Dinkes sendiri hingga kini masih melakukan fogging (penyemprotan) secara massive, menggalakkan para pemantau jentik alias jumantik (juru pemantau jentik) dan mengharapkan warga agar memasukkan bubuk abate ke dalam genangan air yang bisa berpotensi jadi sarang nyamuk.

"Kita sudah melakukan penyelidikan edipomologi dengan memutus penularan. Fogging kita galakkan kebersihan lingkungan melalui sosialisasi, sekaligus kita galakkan para jumantik berkeliling ke rumah warga sembari membawa bubuk abate,"  tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kunjungi Perumda Pasar Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Pasuruan Belajar Tata Kelola Pasar Mandiri

Bupati Pasuruan, H.M. Rusdi Sutejo, pimpin langsung kunjungan kerja ke Kantor Pu...

Article Image
Jelang Keberangkatan, Pemkab Pasuruan Siap Fasilitasi Bus dan Seragam Ribuan Jamaah Calon Haji

Tahun ini, sebanyak 1635 warga Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan ibadah haji...

Article Image
TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Silaturrahmi dengan Pengurus dan Anggota

Masih dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK Kabupate...

Article Image
250 Entok Ikuti Kontes Nasional. Mulai Kategori Hias, Lokal Sampai Jumbo

Ratusan ekor entok dari berbagai penjuru tanah air mengikuti Kontes Entok Nasion...

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...