Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Status Kekeringan di Kabupaten Pasuruan Masih Belum Dicabut

Gambar berita
04 Desember 2023 (06:19)
Pelayanan Publik
2598x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Meskipun sudah memasuki musim penghujan, namun status kekeringan di Kabupaten Pasuruan masih belum dicabut.

Hal tersebut dikarenakan masih ada desa-desa yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto mengatakan, Krisis air bersih masih saja terjadi. Buktinya, droping air bersih ke puluhan desa yang alami kekeringan masih terus dilakukan hingga kemarin.

"Walaupun sekarang sudah masuk penghujan, tapi status kekeringan belum kami cabut," kata Andri saat meninjau Sungai Kebonsari di wilayah Kecamatan Gempol, Rabu (29/11/2023) lalu.

Hanya saja, dropping air bersih tak seintens seperti saat puncak kekeringan kemarin.

Kata Andri, BPBD Kabupaten Pasuruan selalu on call apabila ada desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih.

"Sekarang memang tidak sebanyak ketika puncak kekeringan kemarin. Tapi dropping air bersih masih kami lakukan. Bahkan kalau ada laporan, akan langsung ditindaklanjuti," ucapnya.

Seperti diketahui, setidaknya 22 desa di Kabupaten Pasuruan masih dilanda krisis air bersih. Puluhan desa yang dilanda kekeringan itu, tersebar di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, dan Kejayan.

Untuk wilayah Kecamatan Gempol, krisis air mendera Desa Wonosunyo. Sedangkan di Kecamatan Winongan, krisis air bersih menerpa Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo. Untuk Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati, dan Pancur.

Sementara di Pasrepan, ada Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Desa Petung, Desa Pasrepan, Klakah, dan Sapulante. Sedangkan di Kecamatan Lekok, kriris air bersih melanda Pasinan dan Balunganyar, Semedusari, dan Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan ada Desa Kedungpengaron dan Ambal-Ambil yang hingga kini diterpa krisis air bersih.

Dari jumlah tersebut, beberapa sumber air di desa-desa tersebut sudah keluar air, meski masih belum banyak.

"Ada yang sumber air nya mulai keluar, tapi tidak banyak. Karena mungkin hujan tidak turun setiap hari," singkatnya.

Di tahun 2024 mendatang, Pemkab Pasuruan menargetkan sudah tidak ada lagi desa-desa di Kabupaten Pasuruan yang kekeringan.

Menurut Andri, banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari pengeboran, pipanisasi atau pembangunan embung.

"Semangat kita di tahun 2024 sudah tidak ada lagi desa yang kekeringan. Mungkin dengan pengeboran air, ya pipanisasi, kalau nggak bisa ya pembangunan embung yang diperbanyak. Seperti hari ini ada bantuan sumur bor daru Asosiasi Perumahan dan Permukiman," ucapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Desa Tambaklekok 29 Tahun Lestarikan Ski Lot Jadi Agenda Wajib di Hari Ketujuh Lebaran

Ski Lot, tradisi masyarakat Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasurua...

Article Image
Tinjau Banjir Kedungringin. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto Acungi Jempol Pemkab Pasuruan Bangun Shelter dan Terus Penuhi Kebutuhan Kedaruratan Warga

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berku...

Article Image
Banjir Masih Rendam 3 Kecamatan. BNPB, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan Terus Support Bantuan Warga Terdampak

Hingga hari ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, masih terendam banjir.D...

Article Image
10 Ribu Nasi Bungkus Sudah Didistribusikan ke Warga Terdampak Banjir

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...