Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Terus Maksimalkan Ruang Observasi dan Pos-Pos Cegah Pemudik Pulang Kampung ke Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
01 Mei 2020 (12:29)
Pelayanan Publik
3620x Dilihat
0 Komentar
admin

Pos-pos cegah mudik di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan terus dimaksimalkan untuk mengantisipasi arus mudik lebaran serta menjaga wilayah Kabupaten Pasuruan dari penyebaran virus corona.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, total ada 7 pos-pos cegah mudik yang didirikan. Diantaranya di Terminal Pandaan, Stasiun Bangil, Pos Purwodadi, Pos arteri Gempol, Exit Tol Purwodadi dan Sidowayah, Beji maupun di Perbatasan Kabupaten Pasuruan-Probolinggo di Sedarum, Nguling.

Dalam konteks di lapangan, di setiap pos pantau akan diberlakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pemudik yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Pasuruan.

“Para petugas sudah siap. Mulai dari TNI, POLRI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka bertugas dalam 3 shift secara bergantian. Kita siapkan peralatan mulai dari termo gun, hand sanitizer, masker dan sebagainya,” kata Anang, di sela-sela kesibukannya, Jumat (01/05/2020).

Sampai sejauh ini, keberadaan pos-pos cegah mudik tersebut menurut Anang, berjalan sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan kesiapsiagaan seluruh petugas dalam mencegat kendaraan yang berplat nomor luar Pasuruan.

“Hingga hari ini belum ada pemudik yang kembali ke Kabupaten Pasuruan dengan kondisi yang membahayakan. Ada beberapa pemudik yang datang dari Bekasi, Solo, dan kota lain yang begitu kita periksa, kondisinya sangat baik dan mereka memahami anjuran pemerintah,” terangnya.

Meski begitu, Anang menegaskan bahwa begitu ada temuan pemudik yang ditengarai sedang dalam kondisi tidak sehat, maka petugas langsung membawanya ke ruang observasi yang disiapkan di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

“Pak Presiden khan sudah melarang mudik. Kalau masih saja ada yang nekad, ya ketika ada dalam temuan kami, apalagi lagi sakit, maka kita bawa ke ruang observasi. Kami pastikan semuanya sampai kondisinya baik-baik saja,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan itu.

Lebih lanjut Anang juga menghimbau kepada seluruh perantau asal Kabupaten Pasuruan, agar menunda rencana mudik ke kampung halamannya terlebih dahulu. Sekaligus menaati prinsip physical distancing atau jaga jarak fisik antara seseorang dengan orang lain sejauh satu meter. Sehingga dapat berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.    

“Singkat saja, kalau kita nurut anjuran pemerintah, Insya Allah selamat. Mudah-mudahan Covid-19 juga cepat berlalu,” singkatnya. (emil/anang saiful wijaya)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pujasera Jarwo di Desa Martopuro, Ditutup Sementara

Per Senin (29/6/2026), Pemerintah Kabupaten Pasuruan menutup sementara aktivita...

Article Image
Dukung Sasembada Pangan. Wabup Gus Shobih Pimpin Tanam Padi Serentak

Pemerintah Bersama DPD menggelar kegiatan tanam padi serentak semester II, Kamis...

Article Image
16 Tahun Menunggu. Ruas Jalan Bendungan–Rejosari Kini Mulus

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bi...

Article Image
Kawasan Kumuh di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton Mulai Dipercantik

Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton pada tahun ini menjadi target sasaran program pe...

Article Image
Wabup Pasuruan Launching Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 33.500 Pekerja Rentan

Wakil Bupati Pasuruan bersama Wakil Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Keten...