Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Bupati Irsyad Yusuf Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2020

Gambar berita
07 April 2021 (19:10)
Pelayanan Publik
2998x Dilihat
0 Komentar
admin

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2020 dalam rapat paripurna pertama di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Rabu (07/04/2021) sore.

Penyampaian LKPJ ini merupakan bentuk tanggung jawab Bupati Pasuruan dalam menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah ke DPRD, Pemerintah Pusat dan masyarakat, dan sesuai dengan amanah konstitusi UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Dalam durasi hampir satu jam, Bupati Irsyad dan Wabup Mujib Imron secara bergantian menyampaikan beberapa hal. Diantaranya kondisi makro daerah, ringkasan APBD dan penyelenggaraan urusan pemerintahan,

Terkait kondisi makro daerah, Gus Irsyad memulai paparannya dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, volume PDRB dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

Untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2020 mengalami minus 2,03%. Padahal di tahun 2019 sebesar 5,83% alias naik sebesar 8% dari tahun 2018 menjadi 5,75%.

Minusnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan masih lebih rendah bila dibanding dengan pertumbuhan ekonomi Jatim dan nasional yang juga minus masing-masing 2,39% dan 2,07%.

Angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan tahun 2020 juga berimbas dan mengalami kenaikan dari tahun 2019, yakni dari 8,68% menjadi 9,26%. Meski naik, angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan masih berada di bawah angka Jawa Timur yang mencapai 11,20%.

Selanjutnya adalah Volume PDRB Kabupaten Pasuruan tahun 2020 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 145,592 Milyar. Nilai ini disupport dari industry pengolahan sebesar 57,68%, kontruksi 12,44%; perdagangan besar, eceran, repair, mobil dan sepeda motor sebesar 9,86%; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 6,64%; akomodasi dan makan minum 4% dan sector lainnya sebesar 9,38%.

Sedangkan perihal ringkasan realisasi APBD, Gus Irsyad memaparkan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2020 sebesar Rp.3.217.081.717.078,40 Komposisi realisasi pendapatan daerah tahun 2019 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah 21,76%, Dana Perimbangan 54,57% dan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 23,66 %. Tentu saja, komposisi itu menunjukkan sumber pendapatan APBD masih bergantung pada Pemerintah Pusat.

Adapun, Belanja Daerah tahun 2020 terealisasi Rp.3.238.383.232.383,24. Realisasi belanja daerah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Lalu, Belanja Tidak Langsung tahun 2020 terealisasi Rp.1.974.235.435.742,0 dengan serapan mencapai 91,46%. Sedangkan Belanja Langsung Terealisasi Rp.1.264.147.796.641,24 dengan serapan mencapai 95,32%.

Untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan terbagi menjadi urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan yang tak berkaitan.

Urusan yang berkaitan terdiri dari urusan pendidikan, kesehatan,pekerjaan umum,. Perumahan dan kawasan permukiman; ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat dan urusan sosial.

Sedangkan untuk urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar seperti tenaga kerja; lingkungan hidup; kependudukan dan catatan sipil; pengendalian penduduk dan keluarga berencana; perhubungan; komunikasi dan informatika, koperasi usaha kecil dan menengah; dan penanaman modal.

Saat acara selesai, Bupati Irsyad menegaskan bahwa penyampaian LKPJ adalah kewajiban dirinya sebagai kepala daerah untuk memaparkan kinerja dan segala hal yang berkaitan dengan urusan pemerintahan hingga pelayanan public.

 “Ini kewajiban saya setiap tahun untuk melaporkan LKPJ kepada DPRD, Pemerintah Pusat dan Masyarakat. Jadi harus disampaikan di hadapan seluruh masyarakat, DPRD dan pemerintah pusat,” ucapnya.

Dalam paparannya, Gus Irsyad mengaku bahwa minusnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. Sehingga sector-sektor ekonomi kreatif, UMKM, industry mengalami drop down atau penurunan omset hingga di tingkatan terendah.

“Banyak industry yang bangkrut. UMKM yang tak lagi beroperasi. Belum lagi ekonomi kreatif yang tidak bisa berbuat apa-apa. Karena efek Pandemi Covid-19,” tegasnya.

Ia berharap dan berdoa agar Pandemi segera berakhir, sehingga ekonomi masyarakat bisa dipulihkan dan kesehatan tetap terjaga.

“Yang pertama, bahwa pandemic belum berakhi. Tantangannya bahwa masyarakat tetap harus produktif. Maka dari itu, kita memacu bagaimana UMKM tetap jalan dengan terobosan,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...

Article Image
Mas Rusdi Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 297 pejabat di Lingkungan Pemeri...

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...