Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Pastikan Hewan Qurban Layak Dikonsumsi. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Gambar berita: Pastikan Hewan Qurban Layak Dikonsumsi. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Untuk memastikan daging hewan kurban layak atau tidak untuk dikonsumsi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan post mortem.

Pengawasan postmortem itu dilakukan kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musholla, ponpes maupun di tempat lainnya.

Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban sebelum dikonsumsi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah mengatakan, pemeriksaan post mortem pada hewan qurban berupa organ dan jerohan seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa dan limfoglandula.

Masing-masing organ tersebut diperiksa satu-satu untuk memastikan keamanannya. Apabila ditemukan hal yang mencurigakan, maka petugas berhak untuk menguji daging atau jeroan hewan qurban, untuk kemudian dilakukan langkah tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita kasih contoh, kalau warna dagingnya pucat atau kotor, atau pas kita iris hati nya kemudian ternyata berpasir, maka sudah pasti terinfeksi cacing hati. Kalau paru-paru biasanya ujung-ujungnya runcing, kalau gak sehat pasti bentuknya berbeda dan agak bau," kata Alfiah saat melakukan pemeriksaan hewan qurban di Masjid Subulus Salam, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Selasa (18/6/2024).

Dijelaskan Alfiah, total ada 514 titik penyembelihan hewan Qurban di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1318 ekor sapi yang disembelih, ditambah 3995 kambing dan 1610 domba, dan pemotongan akan dilakukan sampai dua hari ke depan.

"Kami terus berkeliling ke semua tempat penyembelihan hewan qurban selama 4 hari berturut-turut," singkatnya.

Dari data yang masuk, masih belum ditemukan adanya organ dalam maupun daging yang tidak layak dikonsumsi. Alfiah menegaskan bahwa ada temuan sedikit cacing hati pada salah satu sapi milik masyarakat. Namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan segera.

"Kami menyampaikan kepada panitia kurban sebaiknya dalam penggunaan pembungkus daging sebaiknya yang berwarna bening supaya jelas warna dagingnya," ucapnya.  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...