Penguasaan strategi kehumasan dan ilmu jurnalistik adalah hal utama yang wajib dimiliki oleh semua Government Public Relations (GPR) dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai humas pemerintah di era digital. Hal tersebut sangat dibutuhkan dalam melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk pemberitaan di masing-masing media yang dikelola. Baik yang dipublikasikan melalui website maupun media sosial. Pernyataan itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono dalam agenda GPR Academy Bootcamp 2024.
Ada beberapa poin penting yang dijelaskan dalam forum diskusi dan pembelajaran tentang kehumasan dan jurnalistik yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur tersebut. Digelar di Royal Orchids Garden Hotel and Condominium, Kota Batu pada hari Rabu-Jumat (21-23 Agustus 2024), Pj. Gubernur Adhy menekankan tentang urgensitas penguasaan dan ketrampilan jurnalistik yang mumpuni bagi seorang Humas Pemerintah. Sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk-produk kehumasan yang berkualitas untuk kemudian dipublikasikan ke masyarakat.
Ditambahkannya, dalam tugas kesehariannya, Humas Pemerintah dituntut mampu mengkomunikasikan program Pemerintah agar lebih efektif diterima oleh masyarakat. Maka dari itu, perkembangan teknologi digital informasi saat ini sudah sepatutnya menjadikannya bisa menangkal berbagai serangan siber yang terjadi di lingkungan Pemerintah. Terutama pada saat netralitas Pemerintah dalam mengadapi Pemilukada pada Oktober 2024 mendatang.
"Karena itu, konten-konten kehumasan yang dibuat, analisa media, desain grafis maupun flayer harus berbasis kekinian. Pemahaman ini harus disamakan melalui kegiatan GPR Academy Bootcamp," pesan Pj. Gubernur Adhy kepada ratusan Pranata Humas Kabupaten/ Kota dan beberapa instansi Pemerintah di wilayah Provinsi Jawa Timur yang hadir.
Masih di momen yang sama, Pj. Gubernur Adhy juga menggarisbawahi tentang kinerja Humas yang harus berdampak terhadap pelayanan public. Utamanya kepuasan masyarakat terhadap keberhasilan program maupun kebijakan Pemerintah.
"Kami mempersilahkan kepada para Pranata Humas di seluruh Jawa Timur untuk mereplikasi Pemerintah Daerah yang sudah memiliki kebijakan program kehumasan yang sudah efektif. Peran Humas sangat penting dan menentukan dari sebuah eksistensi entitas di Pemerintahan dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan, program maupun kegiatan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Jawa Timur, Ramliyanto menuturkan, dihelatnya GPR Academy Bootcamp di tahun kedua diantara upaya konkrit untuk meningkatkan kompetensi Humas Pemerintah. Targetnya, seluruh Humas Pemeirntah di Jawa Timur bekerja lebih profesional dalam mengkomunikasikan beragam program Pemeirntah kepada kyalayak.
"Akselerasi digital pemerintahan dan kompetensi Humas Pemerintah yang relevan dipercaya bisa membawa transformasi reformasi birokrasi di tahun 2025. Menuju dynamic governance sebagai birokrasi di negara maju di dunia. Kegiatan GPR Academy Botcamp 2024 bentuk gerak cepat Pemprov Jatim dalam menyiapkan Humas Pemerintah yang berkompeten. Mengawal dan menjaga kondusifitas iklim informasi dan komunikasi publik, menyambut Pilkada 2024," urainya sesaat sebelum menutup rangkaian kegiatan pada hari Jumat (23/8/2024) siang.
Mengambil tema 'Penguatan Eksistensi Humas Menuju Indonesia Emas 2045', kegiatan belajar selama dua hari yang juga diikuti oleh Pranata Humas Bagian Protokol dan Komunikasi, Setda Kabupaten Pasuruan tersebut menghadirkan beberapa narasumber berkompeten di bidangnya. Sebut saja Anton Santoso, Jurnalis Senior dari LKBN Antara; Ibnu Yunianto, Pemimpin Redaksi Jawa Pos dan I Gede Alfian, Pranata Humas Ahli Muda Setdaprov Jatim. Materi seputar kehumasan juga disampaikan dengan sangat menarik dan komunikatif oleh Dyah Sugianto dari Iprahumas dan Rizqiani Putri dari Sinergi Bicara. Semakin memberikan semangat tersendiri bagi Humas Pemerintah untuk terus belajar dan mengaplikasikan ilmu kehumasan dan jurnalistik untuk menghasilkan konten kehumasan bermutu. (Eka Maria)
Komentar