Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Cegah Penularan TBC ke Tahanan, Rutan II B Bangil Sreeening Pengunjung

Gambar berita
21 Maret 2018 (12:38)
Kesehatan
3504x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mencegah berbagai macam penyakit menular masuk dan mengenai para tahanan, Rutan II B Bangil melakukan screening tuberkulosis (TBC) pada pengunjung.

Seperti yang terlihat pada Rabu (21/03/2018) pagi, di mana ratusan pengunjung diperiksa satu persatu oleh tim medis dari RSUD Bangil. Total ada 4 orang petugas yang disiapkan untuk mengecek ada tidaknya pengunjung yang terdiagnosa TBC.

Wahyu Indarto, Kepala Rutan II B Bangil mengatakan, tujuan utama dilakukan screening TBC tak lain sebagai bagian proteksi dini supaya seluruh tahanan tidak terkena penyakit menular yang dibawa dari luar, salah satunya dari keluarga yang membesuk para tahanan.

“Kita tahu kalau TBC ini khan penyakit menular dan cara penularannya melalui udara. Sekali batuk saja kalau yang menghirup itu kondisinya drop bisa tertular. Maka dari itu, kita screening seluruh pengunjung yang masuk ke sini,” kata Wahyu sembari melihat proses screening.

Pihak Rutan sendiri tidak membatasi jumlah pengunjung yang akan discreening. Hanya saja, lantaran ketidak adaan petugas medis dari rutan sendiri, maka screening TBC hanya dilakukan selama dua hari saja. Kata Wahyu, kegiatan creening ini juga merupakan bagian dari Peringatan Hari TBC sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 maret.

“Saya berterima kasih kepada pihak RSUD Bangil yang telah membantu kegiatan ini. Jelas-jelas sangat bermanfaat untuk bisa mencegah masuknya penyakit menular ke rutan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari seluruh pemeriksaan, petugas menemukan 5 orang pengunjung yang didiagnosa mengidap TBC. Dr Darmi Sapto Kurniawati selaku ketua Tim Medis mengungkapkan, kelima pengunjung tersebut memiliki 5 ciri orang yang mengidap TBC, yakni batuk selama 3 minggu lebih disertai dahak, nyeri di dada, sesak nafas, penurunan berat badan, kehilangan energi, kurang nafsu makan, dan demam. Dirinya menyarankan agar pengunjung yang posotif TBC tersebut beristirahat total dan mengkonsumsi obat terus menerus sampai sembuh.

“Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan. Jika keadaan TBC sudah hebat, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini. Obat yang diberi harus diminum tidak boleh putus, kalau sampai putus, dikhawatirkan TBC nya tambah meluas,” tegasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...