Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Bupati Irsyad Yusuf Peringatkan Kades dan Lurah untuk Tak Gunakan ADD dan DD Demi Sukseskan Salah Satu Peserta Pemilu 2019

Gambar berita
21 Januari 2019 (08:01)
Politik
3350x Dilihat
0 Komentar
admin

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf memperingatkan seluruh kepala desa/lurah di wilayahnya agar tak memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) untuk kepentingan politik salah satu peserta Pilpres (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) atau Pileg (Pemilihan Anggota Legislatif) 2019.

Warning tersebut disampaikan Irsyad saat memimpil apel bersama karyawan Pemkab Pasuruan dan 341 kepala desa serta 24 lurah, di Halaman Tengah Knator Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan yang berlokasi di Jl Hayam Wuruk, Kota Pasuruan, Senin (21/01/2019) pagi.

Di hadapan seluruh peserta apel maupun anggota Forpimda yang hadir seperti Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno dan Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Burhan Fajari Arfian, Bupati Irsyad tak ingin lagi mendengar ada kades maupun lurah yang berurusan dengan hukum. Terlebih menjelang Pilpres dan Pileg 2019 adalah momen yang rawan akan terjadinya penyalahgunaan wewenang maupun kekuasaan, sehingga Irsyad meminta seluruh kades dan lurah untuk bersikap netral.

“Jangan pernah saya mendengar ada kades atau lurah yang sengaja atau tidak sengaja terlibat dalam pileg maupun pilpres 2019. Apalagi sampai menggunakan ADD maupun DD demi kepentingan salah satu calon, itu adalah perbuatan yang jelas salah dan melanggar hukum,” katanya.

Kata Irsyad, ADD atau DD adalah anggaran yang diperuntukkan oleh pemerintah untuk kemajuan dan pembangunan desa itu sendiri. Baik yang bersifat fisik maupun non fisik, tidak untuk mensukseskan salah satu pasang calon dalam pesta demokrasi.

"Sekali lagi saya tekankan kepada kades dan lurah, jangan main-main dengan ADD dan DD. Ini dana dari pemerintah pusat, jelas akan terus dipantau. Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan politik yang salah. Pergunakan untuk yang semestinya dan sesuai peruntukan," ucap Irsyad diikuti tepukan tangan para peserta apel.

Dalam sambutannya, Irsyad sengaja mengundang anggota Forpimda lengkap dengan tujuan agar kades dan lurah betul-betul memahami apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam momen politik yang nanti akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Kenapa saya undang Pak Kapolres dan Dandim, karena biar semua kades betul-betul tahu apa yang dilarang dan yang diperbolehkan selama momen Pilpres dan Pileg 2019. Penekanannya sama, yakni sama-sama mensukseskan pesta demokrasi, tapi tidak ikut terlibat di dalamnya, dalam artian tidak netral atau ikut terlibat dalam pemenangan salah satu calon,” tegas Irsyad.

Tak selesai sampai di situ, pria yang akrab disapa Gus Irsyad itu juga mengingatkan semua kepala desa di Kabupaten Pasuruan untuk tidak ikut-ikutan memberikan dukungan terhadap salah satu calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 mendatang, serta mengingatkan agar semua kepala desa bisa menempatkan diri selaku aparat pemerintah.

"Meskipun dilarang ikut-ikutan mendukung capres, kepala desa juga punya pilihan pada Pemilu 2019. Dalam pelaksanaan Pemilu 2019, saya berharap bisa terlaksana dengan lancar, aman, dan damai,” terangnya.

Lebih lanjut Irsyad menambahkan bahwa kepala desa juga harus mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan lancar, meskipun mereka tidak ada tugas secara langsung.

"Inilah pentingnya saya mengundang anggota Forpimda, karena saya berharap kepala desa bisa membantu, termasuk dalam penyiapan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun tempat pemungutan suara (TPS). Bukan mensukseskan salah satu calon,” urai dia.

Sementara itu, selain perihal politik, Bupati Irsyad dan anggot Forpimda juga mengingatkan kepala desa/lurah yang berada di wilayah bencana, untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan babinsa, babibkamtibmas maupun muspika. Tujuannya tak lain agar masyarakat tetap berada dalam kondisi yang tenang, tidak panik dan selalu merasa terlayani dengan baik.

“Sekarang ini yang menjadi focus adalah banjir, sehingga peran kades dan lurah sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan kemudahan dalam urusan kebencanaan, seperti bantuan makanan, air bersih, obat-obatan dan lainnya,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Serahkan Salinan Penetapan Pengangkatan Wali 22 Anak Yayasan Metal Muslim Al Hidayah

Sebanyak 22 anak binaan Yayasan Metal Muslim Al Hidayah di Rejoso, Kabupaten Pas...

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...