Sebagai mediator dan fasilitator antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam mengidentifikasi kebutuhan pembangunan di bidang kesehatan, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta kepada Forum Komunikasi Kecamatan (FKKS) mengoptimalkan peran dan fungsinya. Terutama dalam membantu menyelesaikan beberapa problematika dan tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Kata Kepala Daerah, dalam penyelenggaraan Kabupaten Sehat dibutuhkan kelembagaan yang kuat dan keterlibatan secara aktif dari FKKS. Tentunya bersinergi bersama Kecamatan Sehat maupun Kelompok Kerja Tingkat Desa dan Kelurahan.
"Saya berharap, FKKS yang dikukuhkan hari ini dapat bekerja optimal untuk membantu Pemkab Pasuruan dalam memaksimalkan pembangunan. Diantaranya dalam menekan angka prevalensi stunting dan meningkatkan target capaian Open Defecation Free (ODF) hingga 100 persen," pinta Bupati sesuai Pengukuhan FKKS yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari ini, Rabu (6/9/2023).
Ditambahkan Bupati, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan capaian ODF. Diantaranya melalui inovasi KASIH BERSANDING MESRA (Keluarga Bersih Sadari Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera).
"Saat ini sudah terdapat 175 Desa yang telah mencapai ODF. Ada 3 Kecamatan yang ODF yaitu Kecamatan Prigen, Tutur dan Tosari. Hal ini perlu diapresiasi karena merupakan kerja bersama seluruh stakeholder pentahelix," ucap Bupati.
Meski demikian, dalam aplikasinya di lapangan tetap membutuhkan dukungan dan kontribusi dari FKKS untuk percepatan pelaksanaan program. Khususnya dalam memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi penyelenggaraan Kabupaten Sehat ditingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Berikut menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam penyelenggaraan Kabupaten Sehat ditingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan sekaligus memfasilitasi perencanaan dan evaluasi penyelenggaraannya.
Di sisi lain, Bupati Irsyad juga meminta kepada dunia usaha dan stakeholders lainnya untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah. Bersama-sama dengan para aktor non Pemerintah mengoptimalkan perannya dalam melakukan intervensi program AGAWE (Ayo Gawe WC) dalam rangka menurunkan stunting dan meningkatkan ODF.
"Terimakasih dukungan Bapak Ibu pengusaha yang selama ini menjadi mitra Pemkab Pasuruan dalam menyukseskan gerakan KASIH BERSANDING MESRA. Maturnuwun juga kalangan akademisi, tokoh masyarakat, organisasi non Pemerintah dan media massa," ujarnya.
Sebelumnya, didampingi oleh Wakil Bupati Mujib Imron dan Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, Bupati Irsyad mengukuhkan para pengurus Forum Kabupaten Pasuruan Sehat (FKPS) dan Forum FKKS di 24 Kecamatan. Ada lima sektor dalam FKPS. Masing-masing, pegiat lingkungan, organisasi profesi, organisasi masyarakat, akademisi hingga perusahaan yang peduli akan lingkungan.
Masih dalam momen yang sama, dalam agenda yang diakomodir oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) tersebut, Bupati Irsyad memberikan apresiasi kepada dunia usaha atas kepeduliannya terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan. Total ada 14 perusahaan yang menerima penghargaan yang secara keseluruhan merupakan pendukung gerakan KASIH BERSANDING MESRA.
Masih dalam momen yang sama, Bupati Irsyad memberikan apresiasi kepada dunia usaha atas kepeduliannya terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan. Total ada 14 perusahaan yang menerima penghargaan yang secara keseluruhan merupakan pendukung gerakan KASIH BERSANDING MESRA. Diantaranya diberikan kepada PT. Tirta Investama Keboncandi dan Pandaan, PT. Syngenta Seed Indonesia, PT. Indonesian Power dan PT. Karyadibya Mahardika. Tidak terkecuali PT. Barokah Mitra Karya Unggul, PT. Amerta Indah Otsuka, PT. Indolakto Purwosari dan Pandaan, PT. Nippon Indosari Corporindo, PT. Satoria Aneka Industri, PT. Nestle Indonesia, PT. Charoen Pokphand Jaya Farm dan PT. Cheil Jedang Indonesia.
Lebih lanjut, Bupati Iryad juga memberikan apresiasi kepada ketiga Kecamatan ODF. Masing-masing, Kecamatan Tosari, Tutur dan Prigen. (Eka Maria)
Komentar