Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Budidaya Udang Vaname Sistem Busmetik Semakin Diminati

Gambar berita
26 Mei 2021 (14:10)
Ekonomi
4625x Dilihat
0 Komentar
admin

Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan  terus mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan teknologi insentif budidaya udang vaname dengan sistem Busmetik (Budidaya udang skala mini empang plastik).

Alfi Khasanah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, jumlah petani yang menggunakan sistem busmetik terus meningkat dari awalnya hanya 1 kelompok di Kecamatan Lekok kini menjadi 3 kelompok . Begitu juga di Bangil dan Rejoso, masing-masing ada 2 dan 3 kelompok yang sudah menggunakan sistem tersebut, serta 2 kelompok di Kecamatan Kraton.

“Dulu hanya ada di Kecamatan Lekok saja. Tapi sekarang sudah menyebar di Bangi, Kraton, Rejoso dan Lekok,” kata Alfi, di sela-sela kesibukannya, Rabu (26/05/2021).

Dijelaskan Alfi, dengan sistem busmetik, produksi ikan bisa ditingkatkan dua kali lipat dari budidaya udang dengan menggunakan sistem tradisional (tambak). Dicontohkannya, 1 denfarm (petak) berukuran 20X20 meter atau 400 meter persegi bisa menghasilkan 800 kg udang vaname.

Sedangkan apabila menggunakan sistem tradisional, maksimal hanya bisa menghasilkan 100-300 kg saja.

 “Membudidayakan udang vaname dengan sistem busmetik lebih untung, sehingga saya menghimbau kepada para petani udang agar segera beralih menggunakan sistem busmetik, meskipun biaya awalnya cukup mahal,” katanya.

Biaya yang dimaksud adalah pembuatan kontruksi, mulai terpal hingga peralatan pendukung lainnya yang bisa mencapai Rp 100 juta. Meski begitu, Alfi memastikan seluruh biaya tersebut akan tertutupi pada siklus panen ketiga atau keempat. Dalam artian, saat panen pertama pada saat udang berumur 90 hari, total keuntungan yang didapatkan sudah bisa mencapai Rp 50 juta lebih, sehingga pada panen kedua, ketiga dan seterusnya, modal tersebut sudah tertutupi.

“BEP (Break even point) atau titik impas nya ada pada siklus keempat. Dengan catatan para petani sudah paham betul dengan teknologi ini, dan itu saya jamin,” imbuhnya.

Lebih lanjut Alfi menambahkan, dengan menggunakan sistem busmetik, udang akan bebas dari penyakit lantaran denfarm sendiri tidak bersentuhan langsung dengan perairan bebas, baik tambak maupun laut, serta bebas dari pencemaran.

“Semua teknologi busmetik harus dikuasai para petani, seperti pensetrilan air, pemupukan dengan pupuk organik (pro biotik), penebaran ikan, hingga proses panen itu sendiri,” akunya.

Sementara itu, keuntungan yang didapatkan melalui system busmetik sudah dirasakan betul oleh H Ilyas (52), salah satu petambak udang vaname di Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso.  Ia mengaku sudah 4 tahun beralih system budidaya busmetik setelah diajak salah seorang temannya studi banding ke Madura.

Kini, 11 hektar ia gunakan untuk memakai system busmetik dan hasilnya luar biasa. Di mana per petak dengan luas 900 meter persegi, udang vaname yang dipanen setiap 3 bulan sekali bisa mencapai 2-3 ton.

Dengan modal Rp 950 juta total untuk 21 petak, biaya tersebut bisa balik pada siklus ketiga, yakni bisa mencapai Rp 2,3 Milyar dengan total 36 ton yang dihasilkan dari 21 petak.

“Hasil dipotong operasional sisa Rp 1,3 M. Itu bersih 3 bulan 21 petak,” ungkapnya.

Udang miliknya dan beberapa investor yang memberikan kepercayaan kepadanya, dikirim kr pabrik pengolahan udang yang ada di Pasuruan.

“Kita mencarikan supplier, ada tengkulak besar dari Bangil, Sidoarjo dan Gresik. Sudah ada yang membelinya sebelum panen,” tutupnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...