Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Batik dan Tenun Kabupaten Pasuruan Mulai Dilirik Pasar Australia

Gambar berita
10 Juli 2019 (20:22)
Ekonomi
4202x Dilihat
0 Komentar
admin

Meski belum sebesar Pekalongan atau Madura, Pemerintah Australia mulai melirik batik dan tenun yang diproduksi di Kabupaten Pasuruan.

Setidaknya itulah yang terlihat saat 100 IKM Batik dan Tenun di Kabupaten Pasuruan diundang untuk mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Industri Fashion Berbasis Tenun dan Batik, di Taman Dayu, Pandaan, Rabu (10/07/2019) siang.

Ratusan pembatik dan penenun tersebut diundang oleh Pemerintah Australia melalui Universitas Ciputra. Dari Pemerintah Australia dihadiri oleh Chris Barnes selaku Australian Consul-General of Australian Consulate. Sedangkan dari Universitas Ciputra diwakili oleh Prof Dra Jenny Lukito selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, dan dari Kabupaten Pasuruan langsung dipimpin oleh Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf.

Dalam sambutannya, Ny Lulis mengatakan, potensi batik di Kabupaten Pasuruan mengalami perkembangan yang signifikan. Dimana semakin lama jumlah pembatik tersebar di semua kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Akan tetapi untuk tenun, hanya ada di beberapa wilayah saja. Salah satunya di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari.

“Dulu Karangrejo dikenal sebagai Kampung Tenun. Tapi lama kelamaan sudah berubah mindset menjadi Kampung Keset dan Serbet (keset adalah alas lantai dan serbet adalah pembersih di dapur berupa kain). Sebab menjual keset dan serbet sangat mudah untuk mendapatkan pembelinya,” katanya.

Oleh karenanya, dengan pelatihan wirausaha yang dilaksanakan selama 4 hari ini, Lulis optimis bahwasanya akan ada greget dan passion dari para pembatik dan penenun untuk membuat sebuah mahakarya yang bernilai fashion tinggi.

“Kami percaya bahwa pembatik dan penenun kita tinggal diarahkan dan diberi pasar saja. Kalau masalah kualitas, saya yakin mereka semua bisa belajar dengan cepat. Karena ini kesempatan yang langka untuk memaksimalkan potensi mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut Lulis menegaskan, untuk lebih mendorong produktifitas industry batik dan tenun, maka tidak cukup hanya dengan mengandalkan program pemerintah. Melainkan peran komunitas desainer dalam menciptakan kreatifitas desain. Baik itu menyangkut motif, pewarnaan maupun fungsi penggunaannya, agar mampu mengikuti tren pasar.

“Saya harapkan jejaring dan kerja sama antara perajin dengan komunitas desainer dalam upaya meningkatkan citra dan kualitas batik maupun tenun. Sehingga mampu menciptakan aneka produk batik dan tenun yang lebih fashionable,” imbuhnya.

Sementara itu, Jenny Lukito menyampaikan, tujuan digelarnya pelatihan adalah untuk mendukung sustainability fashion dengan konsep three pillar of sustainability di areal social, lingkungan dan ekonomi. Dalam artian menciptakan fashion pakaian yang berasal dari alam (pewarnaan alam untuk batik dan alat menenun secara tradisional). Serta mencari bakat baru untk regenerasi para pengrajin yang jumlahnya mulai menurun.

“Jadi Pelatihan yang diperuntukkan kepada IKM ini adalah untuk menggali potensi daerah. Memaksimalkan produk tenun dan batik yang ada di Kabupaten Pasuruan. Akan menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan, bukan mesin tapi ATBM atau alat tenun bukan mesin,” jelasnya kepada Suara Pasuruan.

Rencananya, selama 4 hari berturut-turut, para pengrajin menurut Jenny, akan diajarkan bagaimana bisa membuat batik atau tenun yang fashionable. Artinya, bukan hanya bagus secara keaslian produknya, melainkan mengikuti tren jaman yang berubah setiap waktu.

“Kalau sudah fashionable, maka banyak orang yang akan tertarik untuk membelinya. Kami percaya pengrajin di Kabupaten Pasuruan bisa dan mau untuk maju. Kalau hasilnya bagus, maka batik dan tenun Kabupaten Pasuruan akan kita bantu pasarkan ke Australia,” tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...