Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Batik Bama, Padu Padankan Motif Bunga Kenanga Tanjung Khas Desa Kemantren, Rejoso

Gambar berita
27 Mei 2024 (02:30)
Ekonomi
2729x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Potensi Desa Kemantren Rejo, Kecamatan Rejoso yang kaya akan Bunga Kenanga Tanjung, dimanfaatkan betul oleh Jumiati sebagai motif batik buatannya.

Perempuan 60 tahun itu berhasil menciptakan batik bermotif bunga kenanga tanjung yang ia namai Batik Mantren alias "Bama". Batik itu kini menjadi favorit para pecinta batik khas daerah. Terlebih para ASN perempuan Pemkab Pasuruan yang diwajibkan memakai syal batik setiap hari rabu, banyak yang memesan kepada Jumiati.

"Terus bersyukur karena sampai hari ini banyak yang pesan batik saya. Baik itu kain, dan yang banyak sekarang ya syal batik. Seperti puskesmas Ngempit 60 syal, SD Rejoso Kidul 10 syal, untuk SD Pandanrejo 10 juga 10 syal dan lainnya," kata Jumiati saat ditemui di rumahnya, Minggu (26/5/2024).

Awal ketertarikannya membatik dimulai ketika Jumati mengikuti pelatihan membatik di desanya sekitar tahun 2016 silam. Selama pelatihan, ia tak punya kemampuan membatik sama sekali. Hanya berbekal piawai menjahit, Jumiati nekat belajar membatik dan ternyata membuatnya jatuh cinta.

"Tahunya ya batik di toko-toko kok bagus-bagus. Dari situ saya nekat mencoba, dan ketika bisa ternyata saya tambah jatuh hati sama batik," ungkapnya.

Saking cintanya dengan batik, Jumati sempat membuatkan pakaian khas batik untuk semua anggota keluarganya. Termasuk ketika salah seorang anaknya menikah, ia juga menghadiahkan batik untuk bisa dipakai di hari pernikahannya.

"Pas anak saya menikah juga sengaja dibikinkan batik supaya bisa dipakai. Senang sekali pokoknya dengan batik," singkatnya.

Saat ditanya alasan ketertarikannya dalam dunia membatik, Jumiati menegaskan bahwa batik adalah warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Sehingga sangat rugi apabila tidak dilestarikan, khususnya batik tulis yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia.

Selain itu, batik kini disukai oleh semua kalangan serta apabila menjadi pakaian bisa digunakan di setiap acara, baik formal maupun non formal.

"Saya penasaran kenapa batik bisa mahal, ternyata prosesnya yang lama, tapi itulah seninya membatik," terangnya.

Kini, membatik menjadi sebuah hobi yang menghasilkan bagi Jumiati. Dengan dibantu 5 orang serta suami tercintanya, Sudirman (60) hari-hari Jumiati disibukkan dengan kegiatan membatik, mulai dari mendesain gambar, mencanting, pewarnaan hingga finishing.

"Kebetulan suami saya pintar sekali melakukaan pewarnaan. Bahkan lebih lihai dari saya. Pokoknya alhamdulillah karena bisa diberi kemampuan membatik dan banyak yang suka," tutupnya.

Saat ditanya harga, batik-batik buatannya dibrandol dengan harga mulai Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari motif dan tingkat kesulitan dalam membuat batik yang dipesan para pelanggannya.

"Rata-rata antara Rp 250 ribu atau Rp 300 ribu. Paling mahal ya sampai jutaan karena tingkat kesulitannya juga banyak," tegasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Apresiasi BPK dan DPR RI Ajak Kepala Desa Pahami Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat...

Article Image
Efisiensi Penyerapan DBHCHT, Mas Rusdi Minta Alokasi 2026 Harus Banyak Inovasi Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Dana Bagi Has...

Article Image
Kumpulkan Kepala Pasar. Mas Rusdi Tegaskan Aset Daerah yang dikelola Oknum Tak Bertanggung Jawab Harus Ditertibkan

Pasar sebagai cerminan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, harus dija...

Article Image
Serahkan SK Tugas Tambahan Kepala Puskesmas. Bupati Rusdi : Kepala Puskesmas Itu Harus Aware, Pintar Manajerial dan Berdedikasi Tinggi

Sebanyak 32 dokter di Kabupaten Pasuruan menerima SK Tugas Tambahan Kepala Puske...

Article Image
Serahkan SK Kepala Puskesmas, Bupati Rusdi Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Prima

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuru...