Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Gambar berita
06 Mei 2026 (08:06)
Ekonomi
442x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sumringah.

Cabai yang mereka tanam dalam beberapa bulan terakhir, mulai dipanen. Tak hanya dipanen, namun harga jual komoditas pedas itu juga cukup tinggi di pasaran.

Edy Wiyono, salah seorang petani cabai merah besar di Dusun Purwono, Desa Baledono mengaku memiliki 0,5 hektar kebun dengan jumlah vegetasi sekitar 5000 tanaman. Dalam sekali panen, cabai merah besar yang dihasilkan bisa mencapai 200 kilogram alias 2 kwintal. 

"Kalau satu batang tanaman cabai bisa menghasilkan setengah kilogram cabai. Dan alhamdulillah sekarang mulai panen," kata Edy di sela-sela memanen, Rabu (6/5/2026).

Seluruh cabai yang dipanennya dipastikan berkualitas. Soal harga, Edy menyebut per kilogramnya dijual sebesar Rp 30 ribu dari harga petani.

"Kalau dijual di pasar ya bisa antara 50 ribu sampai 60 ribu per satu kilogram," imbuhnya. 

Dalam hal perawatan, Edy mengaku tetap hati-hati dengan serangan hama trhrips yang menyebabkan daun mengeriting ke atas, berubah warna menjadi coklat tembaga, dan tanaman menjadi kerdil.

Untuk mengatasinya, ia menggunakan Insektisida. Dalam artian mengaplikasikan insektisida yang tepat sasaran, seperti bahan aktif abamektin untuk thrips/tungau, atau insektisida sistemik untuk kutu kebul.

"Kadang kami juga menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow trap) untuk kutu-kutuan dan atraktan Metil Eugenol untuk lalat buah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Baledono, Mas Prapto menjelaskan, hampir sebagian besar masyarakat di Baledono berprofesi sebagai petani. Baik itu petani cabai, tomat, bawang prei, lobak maupun brokoli dan kubis. 

Kalau dikalkulasikan, ada sekitar 500 lebih petani yang menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam sayuran.

"Kurang lebih sekitar 500 petani, dan mereka terus bertahan sampai sekarang demi dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan usahanya," terangnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Taman Chandra. Pilihan Satu-Satunya Tempat Wisata Gratis Mulai Sore sampai Malam

Masih bingung mencari tempat wisata yang super duper meriah di Pasuruan?Jawabann...

Article Image
Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Wabup Shobih Gowes Bareng Polres Pasuruan dan Santri PP Dalwa

Polres Pasuruan menggelar kegiatan Gowes Bareng Ulama dan Umaro pada Jumat, 26 J...

Article Image
Remaja Lekok Ini Bersyukur Jadi Pelajar Sekolah Rakyat. Pendidikan Fokus, Orang Tua Diberdayakan

Program pendidikan Sekolah Rakyat (SR) terbukti memberikan banyak hal baik bagi...

Article Image
Tutup Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP. Mas Rusdi : Kita Bangun Fondasi Sepakbola secara Berjenjang, Elit dan Disegani

Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP Sederajat se-Kabupaten Pasuruan t...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan Baznas Gelar Gebyar 10 Muharram "Bahagia Bersama Anak Yatim"

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggel...