Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Antisipasi Perubahan Harga Sembako Saat Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Pemkab Pasuruan Gelar HLM TPID

Gambar berita
11 Februari 2026 (13:09)
Pemerintahan
1222x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Mengantisipasi perubahan harga kebutuhan bahan pokok yang terjadi saat Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID).

Acara tersebut digelar di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (11/2/2026) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Hadir pula Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly; Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mas Rusdi mengatakan semua pihak, utamanya TPID harus melakukan berbagai langkah sinergis responsif dan tepat sasaran dalam menyikapi potensi inflasi, khususnya bahan pokok. 

Diantaranya pertama, menjaga ketersediaan pasokan antar waktu dan antar wilayah. Yakni dengan melalui peningkatan produktifitas dan perluasan akses pembiayaan guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk makan bergizi gratis.

"Kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan melalui fasilitasi distribusi antar wilayah," katanya.

Selanjutnya, Mas Rusdi juga meminta agar semua pihak dapat menjaga stabiitas harga kebutuhan bahan pokol selama Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriyah. 

"Memperkuat sinergi kebijakan dan komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat juga harus dilakukan," imbuhnya. 

Lebih lanjut Mas Rusdi menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, inflasi volatile food pada rentang target yang disepakati sangat penting untuk dijaga. Terutama pada periode hari besar keagamaan.

"Kita juga melakukan operasi pasar, gelar pasar murah sampai monitoring harga bahan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Yudha menjelaskan pada periode Januari sampai minggu pertama bulan pebruari 2026, Kabupaten Pasuruan mengalami deflasi selama 5 minggu secara berturut-turut.

Deflasi tersebut disebabkan oleh penurunan harga pada komponen harga bergejolak (volatile food/vf). Untuk komoditas yang memberikan andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, beras, bawang merah, dan telur ayam ras.

"Penurunan harga sejumlah komoditas pangan tersebut didorong oleh masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi serta ketersediaan yang melimpah," jelasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Tekan Potensi Banjir, Pemkab Pasuruan Bangun Drainase di Sejumlah Titik

Untuk menekan potensi banjir atau genangan di kawasan permukiman, Pemerintah Kab...

Article Image
Pemkab Pasuruan Ajak Dunia Usaha dan Industri Galakkan Program GENTING Demi Turunkan Stunting

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajak dunia usaha dan dunia industri serta stak...

Article Image
Dekranasda Kabupaten Pasuruan Ikuti Pameran Kriyanusa 2026. Mela Rusdi : Kami bawa Baju Lukis 3D, Bordir, Miniatur Motor dan Baju Bayi Rajut

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan mengikuti Pamera...

Article Image
Kejayan FC Jawara Pasuruan Super League Bupati Cup 2026. Mas Rusdi : Terima Kasih Antusiasme Masyarakat pada Sepakbola, Luar Biasa

Pasuruan Super League (PSL) Bupati Cup 2026, tuntas sudah.Kejayan FC yang awalny...

Article Image
Lomba Video Kreatif 2026, Eksplorasi Potensi Kabupaten Pasuruan Terkini

Memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097, Pemerintah Daerah...