Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Antisipasi Kebakaran Hutan, BPBD Kabupaten Pasuruan Sinergi Dengan TNBTS

Gambar berita
02 Juni 2017 (13:59)
Lingkungan
3672x Dilihat
0 Komentar
admin

Mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan khususnya di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berpotensi terjadi selama puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan intens bekerjasama dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNTBS) dalam melakukan sosialisasi tentang pentingnya peran serta mengamankan menjaga hutan. Tujuannya, ada kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga hutan, terutama pada bulan Juni yang merupakan puncak musim kemarau.

Kata Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, diantara bentuk sosialisasi dilakukan dengan menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bertempat di lautan pasir Gunung Bromo Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, agenda yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/05/2017) tersebut diikuti oleh TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pasuruan, Probolinggo,  Malang dan Lumajang, Masyarakat Peduli Api, Paguyuban JEEP, Paguyuban Kuda dan tokoh agama/ masyarakat Tengger.

“Melalui Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan, peserta upacara diharapkan dapat menyampaikan pada masyarakat agar berpartisipasi aktif mengamankan hutan, sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Dengan demikian, tanaman yang selama ini ditanam masyarakat tetap hidup dan memberikan manfaat serta kelestarian hutan tetap terjaga, sehingga sumber-sumber air yang selalu dibutuhkan manusia tetap lestari”, urainya kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan.  

Poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat agar lahan hutan tetap terjaga kelestariannya yakni dengan lebih berhati-hati ketika mendaki gunung camping dengan tidak meninggalkan sisa api perapian. Selain faktor kesengajaan seperti pembukaan lahan, kebakaran hutan juga disebabkan karena kelalaian, misalnya lupa mematikan perapian saat camping.      

Sugeng berpesan, jika semisal masyarakat melihat titik api di areal hutan dapat langsung menghubungi Perhutani atau BPBD untuk kemudian ditindaklanjuti. Dari BPBD sendiri telah menyediakan bantuan logistik berupa makanan siap saji untuk pemadam kebakaran yang dapat bertugas setiap saat dibutuhkan. (Eka Maria)  

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...