Pemerintah Kabupaten Pasuruan

ANTISIPASI ANTRAKS, DINAS PETERNAKAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN PASURUAN PERIKSA HEWAN TERNAK

Gambar berita: ANTISIPASI ANTRAKS, DINAS PETERNAKAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN PASURUAN PERIKSA HEWAN TERNAK

Munculnya penyakit antraks di berbagai daerah seperti Kulon Progo, Blitar dan daerah lainnya, membuat Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan mulai meningkatkan pengawasan ternak sapi dengan melakukan pemeriksaan dan pemberian vitamin untuk kekebalan.

Pemeriksaan hewan ternak tersebut dilakukan sembari melakukan sosialisasi penyakit antraks di semua pasar hewan se-Kabupaten Pasuruan.

Bambang Cahyo Utomo, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan mengatakan, pemeriksaan tersebut meliputi mulut, mata dan lidah sapi serta memeriksa fisik sapi. Setelah melakukan pemeriksaan hewan, petugas juga memberikan suntikan vitamin ke sapi agar sapi tersebut memiliki kekebalan dan terhindari dari antraks.

“Penyakit antraks itu bisa berimbas kepada manusia. Kulit bisa melepuh. Maka dari itu kita lakukan sosialisasi sekaligus pemeriksaan hewan ternak, khususnya sapi agar terhindar dari antraks,” kata Bambang di sela-sela kesibukannya, Jumat (03/03).

Sosialisasi penyakit antraks dan pemeriksaan hewan ternak pada tahun ini sudah dilakukan dua kali mulai bulan januari lalu. Sasarannya adalah para pedagang sapi di 10 Pasar Hewan di Kabupaten Pasuruan, diantaranya pasar hewan  Gondangwetan, Nongkojajar, Grati, Nguling, Pandaan, Gempol, Sukorejo, Wonorejo, Pasrepan dan Bangil. Dari hasil pemeriksaan, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan menurut Bambang tak menemukan adanya indikasi ternak terserang antraks. Akan tetapi, ada beberapa sapi yang saat diperiksa ditemukan mata yang sakit. Namun hal itu bukanlah penyakit antraks.

 “Pemeriksaan ini dilakukan rutin untuk menghindari masuknya bakteri antraks pada sapi. Kita lakukan 12 kali sepanjang tahun 2017 atau satu kali dalam sebulan,” imbuhnya.

Sementara itu, selain melakukan pemeriksaan hewan ternak, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan juga terus menghimbau para pedagang sapi agar tak membeli sapi dari daerah-daerah endemis antraks seperti Blitar dan Kulon Progo, Jawa Tengah.

“Kalau bisa dari daerah tetangga seperti Probolinggo atau dari Pasuruan sendiri, karena populasi ternak sapi, khususnya sapi potong di Kabupaten Pasuruan saat ini sudah mencapai 105.000 ekor, jadi cukup banyak,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...