Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ajak Masyarakat Tangani Kedawatdaruratan Henti Jantung, RSUD Bangil Gelar Sosialisasi BHD

Gambar berita
10 Desember 2018 (17:46)
Pelayanan Publik
4007x Dilihat
0 Komentar
admin

Ajak Masyarakat Tangani Kedawatdaruratan Henti Jantung, RSUD Bangil Gelar Sosialisasi BHD

Momen Car Free Day (CFD) Pandaan yang selalu sesak dengan pengunjung, dimanfaatkan betul oleh RSUD Bangil untuk mensosialisasikan Penanganan Kedawatdaruratan Henti Jantung melalui Bantuan hidup dasar (BHD).

Seperti yang terlihat pada Minggu (09/12/2018) pagi, dimana ratusan orang diajak untuk melihat bagaimana cara dan teknik memberikan BHD apabila melihat seseorang yang tiba-tiba pingsan disertai indikasi henti nafas dan henti jantung.

Bedanya, praktek memberikan BHD tak hanya dilakukan oleh para dokter saja, melainkan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf yang juga didapuk untuk memberikan contoh bagaimana memberikan BHD yang tepat dan cepat.

“Saya mengapresiasi RSUD Bangil yang tak pernah berhenti berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun masyarakat. Salah satunya BHD ini. Saya berharap agar pelayanan terus ditingkatkan sampai masyarakat sangat puas dan selalu percaya kepada RSUD Bangil,” ucap Irsyad di sela-sela acara.

Sementara itu, Direktur RSUD Bangil, Drg Loembini Pedjati Lajoeng mengatakan, BHD merupakan bagian dari pengelolaan kegawatdaruratan medik. Tujuan dari BHD ini adalah  mencegah berhentinya respirasi atau berhentinya sirkulasi serta memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru ( RJP ).

“BHD ini kita lakukan agar masyarakat bisa dengan mudah mengerti dan memahami apa itu BHD dan bagaimana melakukannya dengan benar. Kalau menemukan kondisi gawat darurat, masyarakat setidaknya mampu memberikan pertolongan awal sebelum ada pertolongan dari petugas kesehatan,” kata Loembini dalam sambutannya.

Dijelaskannya, pemberian BHD juga bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan gawat darurat dengan mempercepat waktu penanganan dalam memberikan pertolongan pertama sampai tuntas. Baik gawat darurat medis maupun nonmedis. Urutan pemberian BHD juga harus diperhatikan;

Pertama, Meminta bantuan petugas kesehatan ambulance dengan menekan atau menelpon call centre emergency. Sebelum menelpon, dipastikan korban benar-benar tidak sadar dengan cara Menepuk pundak, memeriksa nadi yang ada di leher kanan atau kiri korban. Dan apabila korban tetap tidak sadar dan nadi yang di leher tidak teraba dilanjutkan dengan langkah berikutnya.

Kedua, Dilakukan pemijatan jantung dengan cara memposisikan diri di samping pasien. Posisikan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan, telapak tangan kanan menyentuh bagian tengah dari dinding dada. Posisikan tangan tegak lurus. Tekan dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi bahu dengan panggul sebagai porosnya. Tekanlah dada kira-kira 5 cm (2 inch). Frekuensi 100x/menit. Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (recoil chest sempurna). Apabila disekitar korban tersedia AED (Automatic External Defibrilator), gunakan alat tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

” Langkah terakhir yakni Penggunaan AED, dengan cara menyalakan power on pada mesin AED, Pasang sticker pad AED pada dada sebelah kanan atas di area bawah tulang bahu dan satu lagi di area bawah ketiak sebelah kiri, Ikuti perintah yang di sampaikan oleh AED. Apabila AED memerintahkan “Shocking Advised”. Berikan aba-aba pada penolong lain yang menyentuh korban untuk menjauh dari korban agar tidak tersengat listrik dari mesin AED. Tekan tombol shock. Lanjutkan sambil menunggu petugas kesehatan dan Ambulance datang untuk membantu,” jelas Loembini dengan detail.

Tak hanya itu pertolongan BHD saja, Ketua Panitia Sosialisasi BHD, Drg Diah Retno Lestari juga berpesan agar masyarakat memanfaatkan call center 119 jika menemui kondisi gawat darurat.

 “Jika terjadi gawat darurat, segera hubungi nomor  telepon 119 BEST (Bangil Emergency Services Team) yang akan dilaunching dalam beberapa waktu ke depan. Rencananya, nanti ketika sudah berfungsi, Petugas call center akan merespons telepon anda dan segera menghubungi puskesmas terdekat untuk mengirimkan tenaga dan ambulans ke lokasi kejadian,” tegasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Serahkan Salinan Penetapan Pengangkatan Wali 22 Anak Yayasan Metal Muslim Al Hidayah

Sebanyak 22 anak binaan Yayasan Metal Muslim Al Hidayah di Rejoso, Kabupaten Pas...

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...