Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

700 Peserta Ramaikan Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut 2025

Gambar berita
13 September 2025 (08:41)
Pariwisata
2119x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Sampai saat ini, burung perkutut memiliki penggemar sejatinya. Bahkan untuk 1 ekor perkutut jawara bisa seharga 1 unit mobil aplhard.

Ini bukan opini, melainkan fakta yang dilihat dalam Konkurs Nasional seni suara alam burung perkutut di Lapangan Detasemen AU Raci, Sabtu (13/9/2025) pagi.

Event yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1096 ini diikuti tak kurang dari 700 pecinta burung perkutut. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa menjelaskan seluruh peserta rata-rata berasal dari luar Kabupaten Pasuruan. Bahkan banyak yang jauh-jauh dari Kalimantan, Jawa Tengah, Yogjakarta, Jakarta dan Bali. 

"Ada yang sampai menginap tiga hari supaya burung perkututnya tidak stres dan bisa beradaptasi dengan lokasi lomba," jelasnya. 

Diketahui, konkurs nasional seni suara alam burung perkutut ini dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, mulai 13-14 september 2025. Untuk hari pertama, kelas yang dilombakan terdiri dari piyek senior 4 blok, piyek junior 4 blok dan piyek hanging 4 blok. Sedangkan di hari terakhir, kelas yang dikompetisikan mulai dewasa senior 4 blok dan dewasa junior 4 blok.

Kata Hari, selama lomba, panitia mengerahkan sebanyak 50 juri nasional, sehingga dipastikan profesional dalam menentukan perkutut mana yang bakal menjadi jawara tahun ini.

"Semua juri ya dari Pengurus P3SI Pusat. Sangat profesional," singkatnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengaku takjub dengan seluruh peserta yang terus mencintai dan melestarikan burung perkutut sebagai satwa sekaligus koleksi yang sangat berharga.

"Karena burung perkutut ini punya keistimewaan tersendiri bagi para penggemarnya. Kicauannya yang merdu dapat menjadi terapi penghilang stres, sementara aktivitas merawatnya bisa mempererat keharmonisan keluarga dan mendekatkan diri dengan alam," terangnya. 

Lebih lanjut Yudha menegaskan bahwa hadirnya Konkurs Nasional seni suara alam burung perkutut juga berdampak positif bagi perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara.

"Banyak UKM dan pedagang yang laris karena dibeli oleh peserta. Khususnya makanan minuman, perputaran uangnya jalan," singkatnya. (emil)







Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pembinaan Camat se-Kabupaten Pasuruan, Mas Rusdi Ingatkan Pentingnya Penguatan Koordinasi

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menggelar pembinaan bagi para camat dan Ketua T...

Article Image
Konsultasi ke Kanwil Kemenkum Jatim, Pemkab Pasuruan Percepat Harmonisasi Rancangan Perbup

Dalam rangka tindak lanjut atas permohonan pengharmonisasian, pembulatan, dan pe...

Article Image
Puluhan Peserta Lomba Mendongeng Bikin Kagum Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo

Ada banyak cara yang dilakukan Pemkab Pasuruan, dalam hal ini Dinas Perpustakaan...

Article Image
Kejari Kabupaten Pasuruan Musnahkan BB 86 Perkara Tindak Pidana Umum Incraht

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan memusnahkan barang bukti tindak pid...

Article Image
Kejurda Finswimming Jatim 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum III

Kontingen Finswimming Kabupaten Pasuruan sukses meraih Juara Umum Ketiga dalam K...