Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Hingga Hari Kedua Pameran Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa, Stan Batik Kabupaten Pasuruan Ramai Diserbu Pengunjung

Gambar berita
06 Juni 2024 (12:04)
Pelayanan Publik
1755x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Hingga hari kedua Pameran Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa, stan batik Kabupaten Pasuruan ramai diserbu pengunjung. Bertempat di Alun-alun Bojonegoro, gelaran eksibisi warisan budaya tak berbenda dunia yang telah diakui oleh UNESCO tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat Jawa Timur, khususnya warga setempat untuk melihat lebih dekat keunikan produk batik yang ditampilkan.

Kata Fery Sugeng Santoso, diantara pebatik kebanggaan Kabupaten Pasuruan yang memboyong sebagian karya terbaiknya di pameran, mayoritas pengunjung terpikat dengan batik Kabupaten Pasuruan. Baik dari segi corak maupun teknik pewarnaan alami yang pada akhirnya menghasilkan karya batik masterpiece.   

"Saya membawa 50 koleksi di pameran kali ini. Fokusnya lebih ke pengenalan karya. Pastinya dengan kekhasan yang bisa jadi tidak dimiliki batik dari daerah lainnya. Alhamdulillah setiap pengunjung yang datang rata-rata puas dan sangat terkesan," jelasnya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (6/6/2024).

Menariknya lagi, ada beberapa motif batik yang memanjakan indera penglihatan pengunjung pameran. Seperti motif bunga Arumdalu atau Sedapmalam dan bunga Krisan. Keduanya merupakan motif batik unggulan dengan memanfaatkan pewarna alam. Tidak hanya dri tanaman Indigo saja, tapi juga Bixaorelana, daun Mangga, Jolawe hingga kulit kayu Matoa yang banyak tumbuh di Kabupaten Pasuruan.

"Kami mengenalkan tanaman warna alam Indigostrubilantes yang tidak dimiliki Kabupaten/ Kota lainnya. Tanaman penghasil warna biru terbaik di dunia yang kami kembangkan di Kabupaten Pasuruan. Jadi produk batik yang ditampilkan di sini juga bernuansa warna biru Indigo. Pengunjung bisa langsung melihat tanamannya, pasta pewarnanya dan kain batik dengan pewarna alam Indigo," tuturnya bersemangat.

Kegembiraan Fery tidak berhenti disitu saja. Selain berhasil memikat para pengunjung dengan batik karyanya, ia juga meraup omzet cukup fantastis selama dua hari pameran. Hingga senja tadi, sedikitnya Rp 12 Juta sudah dikantonginya dari hasil penjualan beberapa produk batiknya.   

"Setiap pengunjung yang datang ke stan Kabupaten Pasuruan selalu bilang kalau batiknya keren abis dan berbeda dengan batik-batik yang ada di stan pameran lainnya. Alhamdulillah dari beberapa penggum dan penikmat batik ada yang berkenan meminang," tuturnya bersukacita.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menyatakan, keikutsertaan UMKM batik dan fashion di Pameran Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa sebagai media promosi keragaman batik Kabupaten Pasuruan. Harapannya akan semakin dikenal khalayak dan bisa menjangkau lebih banyak peminatnya, khususnya di wilayah Jawa Timur.

"Pewarna alam sangat alam yang langka, keunikan produk batik Kabupaten Pasuruan. Jika selama ini lebih dikenal di luar negeri, maka partisipasi di event ini diharapkan bisa menjangkau pangsa pasar di area Jatim yang jauh lebih luas lagi. Juga sebagai ajang sharing knowledge dengan sesama pebatik di Jawa Timur. Sekaligus dapat dilakukan pemetaan selera pasar untuk kemudian ditindaklanjuti," katanya.     

Pendeknya, kata alumni Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kominfo tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendukung dan memaksimalkan eksistensi pembatik dan dunia fashionMengikutsertakannya dalam kegiatan promosi semacam pameran, diantara upayanya.

Diwartakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terlibat aktif dalam Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa yang dinisiasi oleh (Dewan Kerajinan Nasional) DEKRANASDA Kabupaten Bojonegoro. Hadir dalam kegiatan pembukaan pada hari Rabu (5/6/2024), Pj. Bupati Pasuruan, Andriyanto beserta Pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan, Luhur Ngudi Setyaningrum Andryanto. Turut hadir pula, Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono dan Bupati/ Walikota se-Jawa Timur.

Saat memberikan sambutan serta membuka pameran, Pj. Gubernur Adhy mengatakan, batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Keberagaman corak dan motif di setiap Kabupaten/ Kota sudah sepatutnya dipatenkan dengan mendaftarkan desain batik yang telah dibuat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

"Batik bukan sesuatu yang asing karena sudah menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO dan ada keputusan presiden yang menetapkan adanya hari batik. Dengan adanya HAKI, orang yang membuat karya batik dapat diakui serta memiliki ruang apresiasi tersendiri. Ditangan anak muda, batik akan lestari ke depannya. Silahkan nanti karya-karya batik untuk didaftarkan di HAKI," pintanya. (Eka Maria+Iguh)

 

    

  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dukung Gerakan Indonesia ASRI. Bupati Mas Rusdi Sidak Kebersihan Sekolah-Sekolah di Kabupaten Pasuruan

Ada Hadist Nabi yang mengatakan Kebersihan sebagian daripada iman. Hadist i...

Article Image
Mas Rusdi Dorong Pelaku UMKM Pasuruan Kuasai Live Commerce demi Tingkatkan Penghasilan

Bupati Pasuruan, Mas Rusdi dorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (...

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...