02Oct2021

Antisipasi Cluster Covid-19 Di Sekolah, Pemkab Pasuruan Mulai Vaksinasi Puluhan Ribu Pelajar SMP

Puluhan ribu pelajar SMP/Mts negeri di Kabupaten Pasuruan, mulai divaksin.

Seperti yang terlihat di SMPN 3 Bangil, Sabtu (02/10/2021) pagi. Beberapa ruang kelas dan laboratorium serta aula di sekolah tersebut disulap menjadi lokasi vaksinasi.

Sedangkan para pelajar dipecah ke dalam beberapa ruangan agar tidak terjadi kerumunan. 

Dari pantauan di lapangan, ratusan siswa/siswi di sekolah tersebut tak langsung menerima vaksin. Melainkan harus lolos screening oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.

Kepala SMPN 3 Bangil, Sulistyorini mengatakan, total ada 250 pelajar kelas IX yang mengikuti vaksinasi. Sedangkan pelajar di kelas VII maupun VIII akan mengikuti vaksinasi, di agenda selanjutnya.

"Kalau ditanya kapan vaksinasi untuk siswa kelas VII dan VIII, kita hanya menunggu petunjuk dari Pemkab Pasuruan. Karena kami hanya pelaksana saja," kata Rini, di sela-sela mengawasi jalannya vaksinasi.

Dengan selesainya vaksinasi pada 250 anak didiknya, Rini optimis rasa percaya diri para pelajar untuk tetap bisa menjalani kegatan belajar mengajar, semakin tinggi.

"Sekarang udah nggak was-was lagi. Karena mereka sudah divaksin, jadi lebih PD untuk berkegiatan, meskipun mereka harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menegaskan bahwa vaksinasi pelajar SMP adalah sebuah ikhtiyar untuk bisa mengantisipasi cluster positif Covid-19 dari lingkungan sekolah seperti yang terjadi di beberapa wilayah tanah air.

"Vaksinasi pelajar SMP jadi langkah untuk mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 dari sekolah. Semoga tak terjadi di Kabupaten Pasuruan," tegasnya.

Untuk vaksinasi pelajar SMP dilaksanakan secara serentak di 63 SMP/Mts negeri di Kabupaten Pasuruan. Totalnya mencapai sekitar 10 ribu anak berusia mulai 12 tahun.

Para siswa ini sudah menjalani PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas di Kabupaten Pasuruan sejak agustus lalu. Kata Anang, semua sekolah harus betul-betul mengawasi jalannya PTM dengan prokes ketat, agar potensi penyebaran Covid-19 bisa diidentifikasi sedini mungkin.

"Semua sekolah harus berkomitmen dalam mengawasi setiap KBM maupun penerapan prokes selama digelarnya tatap muka. Sekecil apapun harus diperhatikan," tegasnya.(emil)

  • 19:04:30
  • emil
  • 253 kali dilihat
  • Pendidikan
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

Saat ini agenda kegiatan masih kosong.

Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga