19Mar2020

Mulai Langka, Pelajar SMKN I Grati Sukses Produksi Hand Sanitizer Buatan Sendiri

Di tengah susahnya masyarakat dalam mencari hand sanitizer (pembersih tangan), SMKN I Grati justru berinovasi, dengan memproduksi hand sanitizer dalam jumlah banyak.

Hand Sanitizer buatan anak SMK ini diberi nama KiNG ONE yang diambil dari kata SMK Negeri I Grati. Produk ini dibuat oleh belasan siswa-siswi kelas XI Kimia Industri yang didampingi guru dan petugas lab sekolah tersebut.

Salah satu siswi kelas XI KI 2, Silfi Liqoillah mengatakan, untuk membuat hand sanitizer sangatlah mudah. Yakni mencampurkan alcohol dengan gliserin dan ekstak buah lemon. Proses pembuatannya pun telah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Yang penting kadar alkoholnya lebih dominan. Kalau untuk ekstrak lemon hanya untuk membuat hand sanitizer wangi di tangan,” ungkapnya sembari mempraktekkan cara membuat hand sanitizer di lab SMKN I Grati, Kamis (19/03/2020).

Dijelaskan Silfi, pengolahan cairan antiseptik ini sudah dilakukan sejak dua minggu lalu, dan sudah menghasilkan ratusan liter cairan pembersih tangan yang dikemas dalam botol berbagai ukuran. Mulai dari 60 ml,100 ml, 250 ml hingga 500 ml. Seluruh hand sanitizer tersebut laris di pasaran, dan diserbu oleh semua kalangan.

“Alhamdulillah, karya kami disukai, karena banyak pesanan,” singkatnya.

Sementara itu, inovasi para pelajar SMKN I Grati dalam membuat hand sanitizer bermula dari ide Sang Kepala Sekolah, yakni Nining Faridah. Ia menuturkan, munculnya gagasan membuat hand sanitizer sendiri berawal saat dirinya mengaku kesulitan mencari hand sanitizer ke apotek, swalayan hingga toko-toko pada umumnya.

Dari situlah, tiba-tiba Nining memberikan tantangan kepada para siswa Jurusan Kimia Industri untuk membuat hand sanitizer made in SMKN I Grati. Tantangan tersebut langsung dijawab oleh para siswa-siswa, dengan membuat percobaan terlebih dulu.

“Saya kagum dan senang karena siswa-siswi juga antusias untuk memproduksi hand sanitizer sendiri,” terangnya.

Menurut Nining, dengan memproduksi Hand sanitizer sendiri, dirinya dapat mengajarkan arti sebuah peluang usaha, serta memberikan pemahaman akan pentingnya memberikan manfaat bagi orang lain. Terlebih dengan isu penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, menjadikan dirinya semakin semangat untuk membantu masyarakat, agar mudah mendapatkan hand sanitizer dengan harga yang sangat murah.

“Untuk ukuran 60 ml kita jual Cuma Rp 15 ribu. Ini yang paling favorit, karena packagingnya juga bagus dan bisa dimasukkan dalam kantong. Kalau yang ukuran 100 ml kita jual Rp 35 ribu. Sangat terjangkau, karena ada nilai social yang harus kami sampaikan kepada masyarakat,” ucapnya kepada Suara Pasuruan.

Nining menegaskan, dalam sehari, tercatat ada 1000 botol hand sanitizer yang telah dipesan oleh perusahaan, sekolah hingga masyarakat umum. Tak tanggung-tanggung, ada pembeli yang justru berasal dari Trenggalek dan Pacitan.

“Mungkin karena murah, dan meskipun secara mutu kami belum sempurna, tapi kami meyakini sangat efektif sebagai pembersih tangan yang mumpuni. Kalaupun semakin banyak, kita juga akan mengurus ijin dari BPOM, Dinas Kesehatan dan seterusnya,” jelasnya. (emil)

 

 

  • 12:51:12
  • emil
  • 1077 kali dilihat
  • Pendidikan
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

MAR 02

KETAPEL PAK LADI (Kegiatan Tukar KTP-el Langsung Jadi)

Penukaran Surat Keterangan pemohon yang masih belum pernah punya KTP-el & pernah melakukan perekaman KTP-el tapi tidak pernah punya KTP-el sebelumnya

17:00 pm - 19:00 pm

30 Mar 2020 (Tanggal Berakhir)

Kantor Kecamatan Kraton, Lekok, Beji, Grati, Purwosari, Purwodadi, Rembang, Kejayan. Nguling, Wonorejo, Gondangwetan, Pasrepan, Tutur, Winongan, Rejoso, Lumbang, Pohjentrek, Puspo, Tosari

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga