12Feb2020

Dinas Sosial Sukses Latih 7 Tukang Pijit Tuna Netra Hingga Bersertifikat

Melihat tukang pijat tuna netra mungkin sudah pernah. Tapi pernahkah mendengar tukang pijat tuna netra bersertifikat?

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan punya 7 tukang pijat tuna netra yang sudah bersertifikat. Mereka sudah diberikan pelatihan dasar teknik pijat, dan kini sudah mandiri. 5 tukang pijat laki-laki dan 2 pemijat tuna netra perempuan.

Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Tri Hadi Sulandjari mengatakan, ketujuh tukang pijat tuna netra tersebut sudah mendapatkan sertifikat. Sehingga mereka bisa membuka praktek pijat dan menerima pasien.

Sebelum mendapatkan sertifikat, para penyandang disabilitas ini dilatih selama beberapa hari oleh instruktur professional. Mereka adalah para tuna netra yang sudah memenuhi persyaratan pelatihan. Mulai dari fisik hingga mendapatkan ijin dari keluarga.

“Yang jelas, meski secara jasmani mereka dalam keterbatasan, tapi mereka sehat dan mampu. Usia mereka juga produktif dan telah diijinkan oleh keluarga. Dan yang terakhir, mereka mau melaksanakan pelatihan,” kata Tri, saat ditemui di kantornya, Selasa (11/02/2020).

Kegiatan pelatihan pijat para tuna netra merupakan Upaya Dinas Sosial Jawa Timur yang difasilitasi oleh Dinsos Kabupaten Pasuruan sejak tahun 2012 lalu (dulu namanya Dinsosnakertrans). Menurut Tri, dari program pelatihan itu, para peserta diberikan teknik-teknik dasar memijat dari mulai kaki, badan, tangan, hingga kepala.

“Pertama tentu saja pelatihan dasar memijat. Seluruh badan, mulai kepala sampai kaki,” singkatnya.

Dipilihnya pijat kata Tri, karena ketrampilan ini yang paling banyak dibutuhkan masyarakat dan lebih mudah dipahami.  Dengan modal ketrampilan yang diberikan akan mampu mengantarkan para penyandang disabilitas bisa mandiri.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta menjadi pemijat-pemijat profesional, sehingga dapat dipergunakan untuk mencari nafkah bagi keluarganya,” ucapnya kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, salah satu tukang pijat tuna netra, Sri Wahyuni bersyukur dengan apa yang dirasakannya saat ini. Sejak mengikuti pelatihan hingga menerima sertifikat, hampir setiap hari dirinya menerima panggilan untuk memijat, baik di rumahnya maupun di rumah warga yang akan dipijat.

“Alhamdulillah, terima kasih Dinas Sosial yang telah melatih memijat. Senang sekali karena bisa buat kebutuhan sehri-hari. Buat beli kendaraan dan yang lainnya,” akunya. (emil)

  • 18:10:54
  • emil
  • 397 kali dilihat
  • Pelayanan Publik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

MAR 02

KETAPEL PAK LADI (Kegiatan Tukar KTP-el Langsung Jadi)

Penukaran Surat Keterangan pemohon yang masih belum pernah punya KTP-el & pernah melakukan perekaman KTP-el tapi tidak pernah punya KTP-el sebelumnya

17:00 pm - 19:00 pm

30 Mar 2020 (Tanggal Berakhir)

Kantor Kecamatan Kraton, Lekok, Beji, Grati, Purwosari, Purwodadi, Rembang, Kejayan. Nguling, Wonorejo, Gondangwetan, Pasrepan, Tutur, Winongan, Rejoso, Lumbang, Pohjentrek, Puspo, Tosari

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga