10Jan2019

Disayangkan, 110 Koperasi Dinyatakan Tidak Aktif

Setiap tahunnya, jumlah koperasi yang tidak aktif, justru semakin banyak.

Dari catatan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan tahun 2018 kemaren, total ada 110 koperasi tidak aktif. Meski begitu, dari jumlah tersebut, setidaknya ada 10 koperasi yang berhasil direvitalisasi dari yang awalnya pasif menjadi produktif kembali.

Edy Nurhadi, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan mengatakan, ratusan koperasi tidak aktif itu beragam, mulai dari koperasi wanita, KUD (koperasi unit desa), koperasi konsumen, termasuk juga koperasi karyawan Pemkab Pasuruan. Faktornya pun juga bervariasi, mulai dari penurunan jumlah usaha, rendahnya daya beli masyarakat, managemen koperasi yang amburadul, hingga SDM (sumber daya manusia) itu sendiri.

“Sangat kita sayangkan karena banyak sekali koperasi yang tidak aktif. Tapi kalau ditanya lebih banyak mana antara yang aktif dan tidak aktif, pasti banyak yang aktif,” kata Edy saat ditemui di kantornya, Kamis (10/01/2019).

Banyaknya koperasi yang tidak aktif pun juga dipengaruhi mindset anggota koperasi yang menjadikan koperasi sebagai tempat meminjam uang (utang piutang), bukan sebagai tempat menitipkan uang seperti fungsi perbankan pada umumnya. Kata Edy, mindset tersebut hingga kini masih melekat di benak para anggota koperasi, sehingga apabila terus menerus dilakukan seperti itu, bukan tidak mungkin koperasi tersebut lama kelamaan akan bangkrut.

“Mindset nya harus dibalik. Jadi anggota lebih banyak yang menabung di koperasi, meskipun koperasi juga siap untuk meminjamkan uang kepada anggotanya. Kalau sudah dipahami seperti itu, maka Insya Allah akan sehat koperasi tersebut,” imbuhnya.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro pun tak tinggal diam dengan banyaknya koperasi tidak aktif. Pada tahun 2018 kemaren, sebanyak 50 koperasi tidak aktif telah direvitalisasi, meski hasilnya hanya 10 koperasi yang bangkit dan tumbuh kembali. Menurut Edy, pihaknya terus melakukan fasilitasi kemudahan tambahan permodalan melalui kerja sama dengan perbankan, hingga pelatihan maupun bimtek bagi pengurus, pengawas maupun anggota koperasi itu sendiri.

“Kalaupun hasilnya memang mentok, maka bisa diusulkan untuk dilakukan pembubaran terhadap koperasi yang tidak aktif tersebut,” singkat dia.

Kepada Suara Pasuruan, Edy menjelaskan, 110 koperasi tidak aktif hanya 10% dari jumlah koperasi di Kabupaten Pasuruan. Untuk koperasi yang hingga kini masih produktif sebanyak 950 unit, dimana Pemkab Pasuruan akan terus mengawal keberadaan koperasi tersebut, dengan harapan dapat terus berkembang dan memberikan hasil yang menguntungkan bagi anggotanya.

“Koperasi itu khan pada muaranya adalah memberikan SHU atau sisa hasil usaha kepada seluruh anggotanya. Kalau sudah aman, maka saya jamin akan terus bertahan sampai kapanpun,” tandasnya. (emil)

  • 16:40:41
  • emil
  • 195 kali dilihat
  • Ekonomi
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

JUN 27

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Kenduren Mas Tahun 2019

Kenduren Mas (Kendaraan Urun Rembug Masyarakat) adalah program unggulan Kabupaten Pasuruan yang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui sistem pelayanan jemput bola dengan memberikan kemudahan : 1. Pengobatan massal gratis 2. Pelayanan KB gratis 3. Donor darah dari PMI 4. Pengurusan KTP/KK/Akte kelahiran/Kematian dan surat pindah 5. Surat tenaga kerja (surat kuning) 6. Ijin usaha dan IMB 7. Dinas sosial (pelayanan PKH, Surat keterangan miskin) 8. Tera ulang gratis 9. Pelayanan konsultasi kesehatan hewan kecil 10. Pelayanan konsultasi UMKM 11. Konsultasi penanganan sampah 12. Pelayanan pendaftaran baru BPJS 13. Perpustakaan keliling 14. Layanan aspirasi, urun rembug dan saran kepada Pemkab (Bappeda)

07:00 am - 13:00 pm

27 Jun 2019 (Tanggal Berakhir)

Kecamatan Purwodadi

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga