08Aug2018

Mengintip Geliat Usaha Kaligrafi Warga Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan

Pasuruan dikenal sebagai daerah santri yang penuh dengan geliat perekonomian yang menjanjikan. Salah satunya adalah seni Kaligrafi yang ternyata banyak digeluti oleh para pemuda di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Meskipun belum sebesar Semarang atau Jepara, akan tetapi bisnis kaligrafi ternyata banyak sekali mendatangkan keuntungan plus memberdayakan warga sekitar yang pengangguran.

Salah satunya adalah Fatkhurroji (36), warga Dusun Kili Timur, Desa Wonosari yang menggeluti bisnis kaligrafi sejak tahun 2011 lalu. Berbeda dengan kaligrafi yang ada di Jepara atau di Demak, Roji membuat kaligrafi sablon, sehingga bisa membuat dengan jumlah hingga ratusan buah kaligrafi.

“Kalau kaligrafi dari kuningan lama karena harus detail, sedangkan kalau yang pesan banyak pasti kewalahan. Maka dari itu, saya pilih kaligrafi sablon,” kata Roji saat ditemui di tempat usaha plus tempat tinggalnya, Rabu (08/08/2018).

Setiap harinya, Roji dengan dibantu 4 orang karyawannya bisa membuat kaligrafi antara 50-70 buah dengan ukuran yang bervariasi, yakni 38 X 90 cm, 45 X 60 cm atau 80 X 100 cm. Dari semua ukuran tersebut, harganya pun pasti berbeda. Contohnya saja untuk kaligrafi berukuran 38 X 90 dijual kepada sales dengan harga Rp 45 ribu. Kata Roji, seluruh kaligrafi buatannya rata-rata dijual melalui sales yang akan membawa barang dagangannya ke hampir semua daerah di Jawa, plus beberapa pesanan dari Kalimantan dan Sulawesi.

“Kita punya 20 orang sales yang selalu mengambil barang dagangan kami untuk kemudian dijual ke Kudus, Madiun, Demak, Surabaya, Malang dan ada yang sampai ke Balikpapan dan Samarinda,” ungkapnya.

Ditambahkan Roji, kaligrafi buatannya paling banyak bertuliskan Ayat Kursi, Asmaul Khusna, Surat Yasin, dan Al Waqiah. Untuk membuat satu kaligrafi, seluruh proses memakan waktu tiga jam, mulai dari menyablon, mengecat, merantep (member pigura), menjemur hingga memasang kaca pada kaligrafi tersebut.

“Prosesnya gampang, bahan kayu pinus untuk pigura juga dari daerah sekitar, atau kalau tidak ada, kita beli di Mojokerto,” singkat Roji sembari ikut mengecat kaligrafi buatannya.

Sementara itu, saat ditanya perihal keuntungan yang didapat dari usaha kaligrafi, Roji mengaku bahwa dalam waktu sebulan, dirinya bisa mendapat laba bersih hingga Rp 10 juta. Profit tersebut dipergunakan untuk memperluas usahanya serta sebagian ditabung.

“Pokoknya bersyukur, karena bisa untuk mengembangkan usaha ini mas. Pengennya nyari karyawan yang bisa membuat kaligrafi dari kuningan, tapi masih susah,” pungkas dia. (emil)

  • 17:36:49
  • emil
  • 78 kali dilihat
  • Ekonomi
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

Saat ini agenda kegiatan masih kosong.

Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga