11Jun2018

Kantor Bea Dan Cukai Pasuruan Kejar Penerimaan Cukai Hingga Tembus Rp 40.342 Trilyun

Meski ditarget dengan jumlah yang sangat tinggi, Kantor Bea dan Cukai Pasuruan terus berusaha mengejar penerimaan cukai hingga menembus Rp 40,342 Trilyun per akhir tahun.

Edi Budi Santoso, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Pasuruan mengatakan, sampai dengan akhir bulan mei lalu, penerimaan cukai di Pasuruan masih di angka Rp 9,695 Triliun. Itu artinya masih 24,03 persen dari target yang harus dicapai sampai akhir tahun ini.

“Kalau dilihat dari targetnya masih jauh, karena seharusnya sudah sampai 40 atau 50%. Akan tetapi, kalau dilihat dari prosentase per bulan, kita justru mencapai target,” kata Edi, saat dihubungi via telepon, Senin (11/06/2018).

Dijelaskan Edi, masih belum maksimalnya prosesntase target penerimaan cukai juga disebabkan beberapa factor, diantaranya belum banyaknya perusahaan rokok yang menggenjot produksi rokok pada tribulan pertama. Dalam artian, kebanyakan peningkatan jumlah perusahaan yang membuat rokok terjadi menjelang tribulan akhir, antara Oktober-Desember.

“Sudah menjadi tren kalau di tribulan pertama, tidak banyak perusahaan yang membuat rokok. Tapi kalau sudah menjelang akhir tribulan terakhir, pasti banyak, sehingga akan langsung kita genjot,” imbuhnya.

Dari data Kantor Bea Cukai, di 2 bulan pertama target hanya ditetapkan Rp 49 Miliar dan Rp 45 Miliar. Dari 2 bulan pertama lalu tercapai realisasi 104 persen dan 117 persen. Sedangkan di bulan Maret dan Mei juga terlampaui target dari target yang ditetapkan mencapai Rp 1,69 Triliun dan Rp 3,09 Triliun atau tercapai Rp 104 persen dan Rp 147 persen.

Tercatat hanya 1 bulan saja yang tidak tercapai target yaitu di bulan April. Dari target yang ditetapkan Rp 3,665 Triliun hanya tercapai 89,09 persen. Sehingga dari realisasi diatas sampai akhir Mei kemarin tercatat penerimaan mencapai Rp 9,695 Triliun atau 24 persen dari target akhri tahun.

Edi mengatakan perbulan targetnya memang berbeda. Ini lantaran melihat tren di tahun-tahun sebelumnya di awal tahun memang penerimaan sedikit. Namun dikatakan untuk cukai memang ada tunda bayar.

“Jadi ada yang sudah mengambil cukai di bulan sebelumnya, namun pembayarannya baru 3 bulan setelahnya. Sehingga di lapangan penerimaan bisa lebih besar namun masih terpending. Dengan penerimaan yang mencapai 4 bulan selalu melampaui target. Kantor Bea Cukai tetap optimis bahwa target bisa tercapai sampai akhir tahun nanti,” beber dia. (emil)

  • 16:15:17
  • emil
  • 236 kali dilihat
  • Umum
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

Saat ini agenda kegiatan masih kosong.

Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga