Sapi Perah

Sapi perah telah menjadi produk unggulan sekaligus ikon Kabupaten Pasuruan. Ikon tersebut dapat dilihat pada tiga monumen sapi perah yang terdapat ditiga pintu masuk Kabupaten Pasuruan, yakni dari arah Malang (pintu selatan) terletak di Purwodadi, dari arah Probolinggo (pintu timur) terletak di Nguling, dan dari arah Surabaya terletak di Pandaan. Keistimewaan sapi perah yang hidup di Kabupaten Pasuruan adalah mampu beradaptasi dengan daerah dataran rendah dengan kemampuan produksi susu tetap optimal, khususnya yang hidup di wilayah Kecamatan Grati sehingga kemudian lebih dikenal dengan sebutan Sapi Perah Grati.
Kawasan penyebaran dan pengembangan sapi perah meliputi wilayah Kecamatan Tutur, Grati, Purwodadi, Puspo dan Prigen. Keberadaan peternak sapi perah didukung oleh koperasi susu yang siap menampung susu untuk selanjutnya disetorkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Populasi dan produksi sapi perah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan pada tahun 2008, populasi sapi perah mencapai 51.398 ekor yang mampu menghidupi 22.924 Rumah Tangga Peternak (RTP), sedangkan produksi susu yang dihasilkan sebanyak 64.011,81 ton.
Selain susu segar, beberapa produk olahan susu masih berpeluang untuk terus dikembangkan seperti permen susu (karamel), krupuk susu, keju dan susu pasteurisasi.
Sapi perah sebagai fauna unggulan kabupaten pasuruan yang induknya berasal dari Belanda, dengan produksi utama berupa susu segar. Sapi perah yang berkembang di kabupaten pasuruan merupakan jenis fresian Holstein yang memiliki produksi susu yang tinggi 7-10 liter / hari / ekor. Beberapa diantaranya ada yang mencapai 24 liter / hari / ekor.
Sentra pengembangan sapi perah di kabupaten pasuruan meliputi kecamatan grati, tutur, puspo, purwodadi, dan prigen. Di wilayah ini sudah berdiri koperasi penampungan hasil produksi dan selanjutnya dikirimkan ke Industri Pengolahan Susu ( IPS ) PT. Nestle Kejayan Pasuruan.
Perkembangan populasi ternak sapi perah di kabupaten pasuruan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sejalan dengan hal tersebut maka produksi susu sapi perah juga mengalami peningkatan.
Susu budidaya sapi perah dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup petani juga dalam rangka perbaikan gizi petani khususnya dan masyarakat pada umumya. Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produk susu tersebut, selain berupa susu segar juga iproduksi berupa permen susu, karamel, krupuk susu dan susu pasteurisasi serta produksi olahan susu lainnya.
Perkembangan populasi ternak sapi perah di kabupaten pasuruan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sejalan dengan hal tersebut maka produksi susu sapi perah juga mengalami peningkatan.Susu budidaya sapi perah dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup petani juga dalam rangka perbaikan gizi petani khususnya dan masyarakat pada umumya. Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produk susu tersebut.