Budidaya Air Payau

Rabu, 10 Agustus 2011 03:34:51 - oleh : admin

Budidaya Air Payau

Budidaya air payau di Kabupaten Pasuruan  berupa budidaya tambak  yang berada di 5 kecamatan yaitu Bangil, Kraton, Rejoso, Lekok dan Nguling dengan luas mencapai 3.966,9 Ha.

Volume produksi dari budidaya air payau tahun 2008 mencapai 3.383,98 ton yang didominasi jenis bandeng mencapai 2.057, 97 ton disusul udang (windu dan vanname ) dan rumput laut. Budidaya tambak di kabupaten Pasuruan menerapkan  teknologi  tradisional dan tradisiobal plus dengan sistem polyculture yaitu campuran udang-bandeng-rumput laut. Komoditi yang dibudidayakan yaitu bandeng, udang windu, udang vannamei, rumput laut dan nila (khusus nila dibudidayakan saat musim penghujan).

Beberapa tahun lalu sebagian petambak di kabupaten Pasuruan  menerapkan teknologi budidaya udang semi intensif dengan hasil produksi yang cukup besar. Namun seiring dengan menurunnya daya dukung lahan tambak dan semakin sulitnya mendapatkan benih dan induk udang yang berkualitas  akhirnya muncul kasus kematian udang secara massal.

Sampai saat ini bersama Dinas Kelautan dan Perikanan  Kabupaten Pasuruan terus mencari solusi guna mengatasi serangan penyakit dan meningkatkan daya dukung lahan. Salah satunya yaitu kembali ke budidaya ramah lingkungan dengan pola budidaya tradisional, penggunakan benih/benur bebas penyakit dan pemakaian pupuk organik dan probiotik di tambak.

Dengan pola budidaya tradisional dan tradisional plus  resiko kegagalan dalam budidaya udang lebih kecil dan lebih sesuai  dengan kondisi permodalan yang dimiliki petambak.

Tahun 2006 mulai dikembangkan budidaya rumput laut di tambak.  Perkembangannya cukup menggembirakan sehingga mampu mengundang investor untuk menanamkan modalnya. Pemerintah juga memberikan bantuan kepada pembudidaya yang ingin mengembangkan usaha rumput laut.dkp/3-09

| More

Potensi "Perikanan" Lainnya