Profil Dinas Bunhut

I. KEHUTANAN
Hutan merupakan kesatuan ekosistem yang mempunyai peranan penting sebagai salah satu sistem penyangga kehidupan. Oleh karena itu hutan dapat memberikan manfaat yang besar bagi manusia dan harus dijaga kelestariannya.
Pembangunan Kehutanan di Kabupaten Pasuruan mempunyai potensi dan peluang untuk lebih dikembangkan peranannya dalam pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan alam.
Adapun potensi hutan di wilayah Kabupaten Pasuruan terdiri dari hutan rakyat dan hutan negara. Luas hutan negara di Kabupaten Pasuruan sebesar 31.016,70 Ha yang terdiri dari :
Hutan Produksi : 9.517,20 Ha
Hutan Lindung : 9.795,60 Ha
Hutan Konservasi :
Suaka alam : 50,40 Ha
Tahura : 5.894,30 Ha
TN-BTS : 5.553,60 Ha
Hutan Wisata : 205,50 Ha
Jumlah : 31.016,70 Ha
Pada Kawasan Konservasi Sumberdaya Alam berupa Kawasan Suaka Alam, Hutan Wisata, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo. Secara rinci luas Kawasan Konservasi meliputi :
Kawasan Suaka Alam Gunung Abang (Kec. Kejayan) = 50,40 Ha
Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo seluas 5.894,30 Ha sebagai Penyangga wilayah Kecamatan Prigen, Purwosari, Purwodadi dan Sukorejo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru seluas 5.553,60 Ha sebagai penyangga wilayah Kecamatan Tosari, Tutur, Puspo, Lumbang dan Purwodadi. Tahura R. Soerjo dan TNBTS memiliki kekayaan alam dan ekosistem sangat tinggi nilainya karena mempunyai fungsi sebagai penyangga sistem kehidupan, pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa.
Hutan Wisata dengan luas 205,5 Ha terdiri dari :
Hutan Wisata Gunung Baung (Kec. Purwodadi) = 195,50 Ha
Hutan Wisata Tretes (Kec. Prigen) = 10,00 Ha
Sedangkan hutan rakyat yang berada di luar kawasan hutan negara saat ini mencapai 17.832,43 Ha yang ditanami tanaman produktif dan tanaman kayu-kayuan.
Di samping itu untuk melestarikan sumberdaya alam laut maka upaya konservasi yang dilakukan adalah dengan penanaman tanaman Mangrove, yang saat ini luas hutan mangrove 251 ha tersebar di Kecamatan Nguling, Lekok, Rejoso, Kraton dan Bangil. Hutan Mangrove berfungsi sebagai pemijahan ikan (Spowning Ground) dan tempat mencari makan ikan (Nursery Ground) serta berfungsi sebagai daerah penyangga kegiatan perikanan.
II. PERKEBUNAN
Pembangunan sub sektor perkebunan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang mempunyai peranan penting dalam mendukung terwujudnya perekonomian yang mantap. Dalam mendukung terciptanya perekonomian yang mantap tersebut perlu peningkatan pemberdayaan petani dan mengoptimalkan sumberdaya alam yang tersedia, melalui kegiatan intensifikasi, rehabilitasi dan diversifikasi pada komoditi perkebunan.
Potensi perkebunan di Kabupaten Pasuruan berada pada lahan seluas 31.432,10 Ha dengan jenis komoditi antara lain Kopi, Kelapa, Cengkeh, Kapuk Randu, Jambu mente, Kenanga, Tebu dan komoditas minor lainnya.