Larang Pejabat Tinggalkan Tempat

PANDAAN - Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tinggal sepekan lagi digelar. Untuk menyukseskan kegiatan itu, semua kepala desa, camat dan pejabat di lingkungan Pemkab Pasuruan dilarang meninggalkan wilayah kerjanya.
Hal itu disampaikan wakil dari Bakesbang Linmas, Puji Harioto, kala menghadiri sosialisai undang-undang dan peraturan lain bidang politik di pendapa kantor Kecamatan Pandaan, kemarin (1/7). "Ini demi kelancaran pilpres nanti," kata Puji saat membacakan sambutan Bupati Pasuruan Dade Angga itu.
Acara itu sendiri merupakan persiapan akhir menjelang pelaksanaan pilpres yang dihelat 8 Juli mendatang. Selain wakil dari Bakesbanglinmas, hadir dalam kegiatan itu Camat Pandaan Rustamaji, wakil dari Kodim 0819 Pasuruan, Kapten Riyanto, anggota KPUD Zaenal Abidin dan anggota Panwaslu Son Haji M.
Berikutnya, tampak pula dalam kegiatan itu, kepala inspektorat Kabupaten Pasuruan Sri Aprililik. Hadir pula 18 kepala desa/lurah dan sekretaris, para tokoh, Kasatgas Linmas, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) se-wilayah Kecamatan Pandaan.
Dalam pembukan kemarin, Camat Pandaan Rustamaji menyatakan, kegiatan itu merupakan persiapan akhir menjelang pelaksanaan pilpres. "Kami harapkan, koordinasi dan komunikasi antar pihak semakin ditingkatkan," katanya saat membuka acara itu.
Penjelasan serupa juga disampaikan Puji Haryoto. Berdasar pengalaman beberapa pemilu sebelumnya, sudah selayaknya penyelenggara pilpres di Kabupaten Pasuruan berjalan dengan lancar.
Pemkab sendiri sebagaimana PP Nomor 4 Tahun 2009, bertanggung jawab untuk mendukung kelancaran pilpres tersebut. Itu pula yang dilakukan pemkab saat ini. Yakni, mengerahkan segenap tenaga untuk membantu KPU melancarkan pesta demokrasi terakbar itu. Misalnya, dengan melarang semua pajabat untuk meninggalkan lokasi kerjanya selama penyelenggaraan pilpres.
"Kami pun berharap agar Pilpres nanti bisa berjalan dengan sukses tanpa ada halangan apapun," tandasnya pada acara yang dimulai pukul 09.30, itu. Kendati demikian, pihaknya tetap berharap kepada para pejabat di lingkungan pemkab untuk menjaga netralitas.
Nah, sukses penyelenggaraan pilpres itu sendiri, menurut Puji, bisa dilihat dari tiga indikator. Yakni, proses pelaksanaannya berlangsung lancar, tanpa kendala apapun. Kemudian, tingkat partisipasi masyarakat dan terpilihnya kepimimpinan yang diharapkan. (aad/hn radar bromo)