Tak Ada Alasan Tetap Merokok
Kamis, 25 Juni 2009 13:52:17 - oleh : admin

Selain Dinkes, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09. 00 itu juga melibatkan beberapa pihak. Antara lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Prigen dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang diwakili oleh Lembaga Paramitra.
Para perwakilan ketiga lembaga itu menyampaikan materi sesuai kapasitas masing-masing. Perwakilan MUI Prigen H Kholili Ali misalnya, mengupas larangan merokok dalam perspektif hukum Islam. Menurutnya, hukum merokok adalah haram.
Sebab, selain menimbulkan bahaya bagi perokok itu sendiri, juga bagi orang lain. "Lebih banyak madharat-nya dari pada maslahat-nya," terangnya. Apalagi, tidak kurang dari 40 jenis racun terkandung di setiap batang rokok.
Penjelasan hampir sama disampaikan Erna Budiastuti, perwakilan dari Dinkes. Dia membahas bahaya rokok dari segi medis. Misalnya, adanya beberapa jenis racun berbahaya yang terkandung di setiap batang rokok. Bahkan, racun-racun itu pula yang pada akhirnya menyebabkan munculnya beberapa penyakit kronis. Seperti, jantung, paru-paru, kanker, stroke, hipertensi dan beberapa penyakit lainnya.
Karena itu menurutnya, dari tinjauan medis, tidak ada alasan untuk tetap merokok. Untuk itu pula, hingga saat ini kampanya anti merokok terus digalakkan jajaran Dinkes.
Sementara Kepala SMA Sejahtera Prigen, Teguh Harianto menyatakan, kegiatan itu sengaja digelar untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang bahaya rokok. Sebab, saat ini kecenderungan merokok di kalangan remaja, khususnya pelajar telah menjadi gejala.
"Salah satu tantangan lembaga pendidikan sekarang adalah mencegah itu," ungkapnya di sela kegiatan itu. Pasalnya, bahaya yang ditimbulkan akibat aktivitas merokok bersifat tidak langsung.
Selain kampanye anti rokok, kegiatan kemarin juga dijadikan KPA sebagai ajang sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS. Sesi ini disampaikan oleh Koordinator Lembaga Paramitra, Nizam Yahya. "Ini kami sampaikan juga. Sebab, banyak adik-adik remaja yang ternyata belum paham betul apa sebenarnya HIV-AIDS itu," terangnya. (aad/hn radar bromo)