AWAK BUS JALANI TES URINE

Kamis, 16 Februari 2012 14:31:53 - oleh : admin

AWAK BUS JALANI TES URINE

PASURUAN - Puluhan sopir bus jurusan Surabaya Malang, siang tadi (Rabu, 15 Pebruari 2012) menjalani tes urine di Terminal Pandaan. Sebanyak 26 supir bus sejak pukul 10.30 WIB menjalani berbagai tahapan tes, mulai dari tensi darah sampai pemeriksaan urine.
Acara tersebut merupakan ide Polres Pasuruan, di mana akhir-akhir ini, banyak kejadian kecelakaan antara bus dan pengendara lainnya, sehingga kegiatan yang berlangsung satu jam itu dirasa sangat bermanfaat.
Bahkan, Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Ibrahim pun bersama dengan Sunarto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan juga ikut melihat jalannya pemeriksaan kesehatan supir bus, khususnya tes urine. Sesekali juga Kapolres menyapa para penumpang yang merasa terganggu perjalanannya, karena kegiatan tersebut.
"Mohon maaf mengganggu perjalanannya, tapi kami pastikan anda semuanya selamat kalau sopirnya sehat, atau tidak dalam keadaan mabuk," ujar Kapolres di hadapan para penumpang Bus Pahala.
Selain karena fakto sering adanya kasus kecelakaan bus, kegiatan yang melibatkan jajaran Satlantas Polres dan Dinas Perhubungan itu juga bersifat preventif, dalam arti memberikan kenyamanan, ketenangan, khususnya di dalam berkendara.
"Ini penting sekali kami lakukan, supaya para penumpang tidak takut untuk naik bus," tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Sunarto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dengan adanya gagasan Polres Pasuruan, pihaknya merasa terbantukan, mengingat selama ini, banyak sopir-sopir yang belum memahami pentingnya sebuah keselamatan penumpang.
"Ada yang karena mabuk berat. Ada juga yang sedang mengantuk. Itu khan berbahaya sekali," katanya.
Terbukti, dari pemeriksaan itu, didapati satu penumpang Bus PO Restu, Sigit Riyanto, 50 tahun yang menkonsumsi obat batuk, yang mengandung zat-zat penambah rasa kantuk, yakni CTM dan Epedhrine.
Dr Patria Rusli, yang sehari-harinya praktik di Polres Pasuruan menegaskan, kedua zat di atas apabila diminum, akan menimbulkan efek kantuk, terutama setelah tiga jam kemudian.
"Kalau ngantuk pas berkendara, itu yang paling mengkhawatirkan," tegasnya.
Sementara itu, dengan ditemukannya Sigit Riyanto menkonsumsi abat tersebut, Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Indro Susetyo menegaskan, hari ini pihaknya akan menyurati PO bus Restu, agar lebih memperhatikan lagi kondisi kesehatan para karyawannya.
"Sementara, kita carikan penggantinya khusus untuk hari ini, karena kita takut ketika dia(Sigit) ngantuk, bisa-bisa terjadi kecelakaan. Itu yang kami takutkan," tandasnya

| More

Berita "Umum" Lainnya