Suku Tengger Rayakan Hari Raya Karo

Pasuruan - Hari ini (Rabu, 12 Oktober 2011) masyarakat suku Tengger melaksanakan hari Raya Karo. Pelaksanaan yang setiap tahun di gelar pada tanggal 15 bulan kedua kalender Tengger dimaknai sebagai refleksi kehidupan dimana setiap manusia patut dan memaknai hidup untuk selalu bersyukur atas rahmat dan hidayah yang telah diberikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dijelaskannya, Hari Raya Karo bagi masyarakat Tengger di Gunung Bromo adalah sebuah penghormatan kepada leluhur asal muasal (cikal bakal) Suku Tengger yakni Giri Kusuma dengan dengan Ni Buring Wulanjar..
Pembukaan karo ditandai doa Petren yang dilaksanakan oleh seluruh perangkat desa dengan didampingi dukun adat sebagai pembaca japa mantranya.
Hadir dalam pembukaan hari raya karo, Bupati Pasuruan Dade Angga bersama Muspida dan Kepala SKPD turut menyemarakkan peringatan yang berlangsung dibalai desa Tosari Kecamatan Tosari.
Sebagai pembuka kegiatan ini, ditampilkan Tari Sodor, sebagai gerakan simbolisasi asal mula (proses) terjadinya manusia yang divisualisaikan dengan gerakan yang sangat mempertimbangkan kesopanan. Tari Sodor dilakukan oleh para warga dari desa-desa suku Tengger di Gunung Bromo. Para penari menggunakan sodor (tongkat) yang puncakklimaks tariannya akan memuntahkan biji-bijian yang disimbulkan sebagai kesuburan.
Peringatan hari raya Karo akan digelar mulai hari ini hingga 27 oktober. Dan sebagai penutup seluruh kegiatan, nantinya akan dipusatkan di desa Wonomitri.
Tradisi Hari Raya Karo tersebut masih terus dilestarikan oleh warga Suku Tengger baik yang beragama Hindu, Kristen maupun Islam.
Ditambahkan, Bupati Pasuruan mengatakan peringatan ini juga diharapkan mampu menjadi bagian pariwisata Kabupaten Pasuruan, sehingga kedepan potensi pariwisata lebih berkembang serta dikenal luas masyarakat lokal maupun mancanegara.
Sebelumnya, Bupati Pasuruan bersama Dandim 0819 Pasuruan, Wakpolres, serta Kepala Kejaksaan diberi penghormatan oleh dukun tengger dengan memakaikan udeng di kepala, sebagai tanda warga suku tengger yang baru.(tin)