KONI Harus Punya Prioritas

KONI Harus Punya Prioritas
Juga Harus Punya Pembinaan dan Pembibitan
Pasuruan, Memo
Sebagai induk dari cabang olahraga, KONI tidak hanya berfungsi untuk mengatur penyaluran anggaran ke tiap-tiap cabor. Sebagai organisasi yang juga berfungsi memenej, KONI di daerah juga harus memiliki prioritas terhadap cabor yang benar – benar bisa menghasilkan atlet berprestasi. Tak hanya itu, KONI di daerah juga harus berani untuk meminta anggaran kepada pemerintah bila memang memerlukan sarana olahraga baru. Dengan tujuan untuk memajukan prestasi olahraga yang menjadi prioritas.
Demikian kata Syaifullah Yusuf, Ketua Umum KONI Jatim, saat menghadiri acara KONI Kabupaten Pasuruan di GOR Anuraga Raci, Bangil, siang kemarin (12/2).
Lelaki yang juga menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur itu juga menegaskan, setiap daerah pasti memiliki atlet yang berprestasi. Agar atlet tersebut dapat menambah prestasinya, maka tak ada cara bagi KONI untuk bisa menentukan cabang olahraga mana yang harus dijadikan prioritas. “Dengan cara mengambil prioritas, maka sebuah cabor semakin berkembang dan kedepannya cabor tersebut semakin konsen untuk menambah prestasi khusunya bagi atlet,” papar Syaifullah Yusuf di dalam sambutannya di depan pengurus KONI Kabupaten Pasuruan beserta seluruh pengurus cabor yang hadir di acara tersebut.
Dalam acara yang bertajuk silaturahmi itu, Syaifullah Yusuf memang menitik beratkan tentang prioritas. Pasalnya dalam waktu dekat, di Jawa Timur bakal ada even olahraga besar yakni Porprov 2011. dalam Porprov nanti, semua daerah saling bersaing di cabor yang akan dipertandingkan. Hasil dari Porprov tersebut, nantinua akan menjadi penilaian KONI Jatim untuk menjaring atlet yang akan dikirim ke PON.
Pada kesempatan kemarin, gus Ipul, panggilan akrab Syaifullah Yusuf, juga sempat menegaskan bahwa KONI juga harus melakukan pembinaan serta pembibitan atlet.
Hal itu didasari karena seringkali atlet di sebuah daerah, terpaksa hijrah ke daerah lain demi meraih hasil yang lebih menjanjikan.
Seraya ingin memberikan suatu fenomena, gus Ipul mengambil contoh dengan mengibaratkan sebuah makanan. “Makan sate kambing itu lebih enak ketimbang melihara kambingnya. Inilah yang terjadi. Daerah lain lebih suka memilih hasil yang sudah jadi. Padahal untuk prosesnya sangat sulit,” tegas gus Ipul.
Dari fenomena itulah mengapa seringkali terjadi pengambilan atlet di daerah. “Untuk membinanya saja sudah sulit, Eh, gak taunya diambil orang lain. Karena itulah KONI harus membina sekaligus melakukan pembibitan,” kata gus Ipul. Jika cara itu dilakukan, maka atlet berprestasi yang dimiliki suatu daerah tidak akan mudah menyebrang ke daerah lain.
Tak ayal pada kesempatan itu, gus Ipul sempat menyinggung kepengurusan KONI di daerah yang dikatakannya harus berani meminta anggaran. “Kalau memang, perlu sarana, minta ke DPRD,” katanya.
Ucapan gus Ipul sekaran mendapat dukungan dari cabor. Karena itulah di saat acara menuju sesi tanya jawab, banyak cabor yang berkeluh kesah. Salah satunya diungkapkan Dahniar Adinda, atlet selam POSSI Kabupaten Pasuruan yang punya segudang prestasi. Dengan tegas Dahniaar meminta kepada gus Ipul, agar di Kabupaten Pasuruan dibuatkan sarana kolam yang berkelas standart nasional.
Diminta Dahniar, ada saja jawaban lucu yang diucapkan gus Ipul. “Wih, kalau minta teges. Piro sih? Segera anggarkan. Memang kamu selama ini latihan dimana sampai bisa jadi juara? Apakah di kali?” tanya gus Ipul sembari mendapar riuhan tawa dari undangan. ( Memorandum / Rabu, 16 Februari 2011 / Halaman 16. bt/ji)