17May2018

Optimalkan Dropping Ke Wilayah Kekeringan, BPBD Kabupaten Pasuruan Beli 2 Unit Tangki Air

Untuk mengoptimalkan dropping atau distribusi air bersih ke sejumlah wilayah kekeringan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan akan menambah jumlah armada pengangkut air.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya akan menambah 2 unit truk tangki air, akan tetapi tidak pada tahun ini, melainkan tahun 2019 mendatang.

“Penambahan 2 tangki air ini sesuai dengan usulan dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tahun ini, sehingga baru akan dilaksanakan tahun depan,” kata Bakti saat dihubungi via telepon, Kamis (17/05/2018).

Untuk membeli 2 unit tangki air, setidaknya dibutuhkan anggaran yang tak sedikit. Bakti sendiri memperkirakan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk membeli 2 tangki tersebut alias Rp 450 juta per 1 unit kendaraan.

“Kalau saya melihat e-katalog, total sekitar Rp 450 juta untuk membeli kendaraan plus tangki air nya. Biasanya kendaraan sendiri, tangki air nya juga sendiri. Tapi untuk pembelian kali ini semuanya jadi satu,” imbuhnya.

Dengan penambahan 2 unit tangki air, secara otomatis total kendaraan yang dimiliki BPBD sebanyak 4 unit, yakni 1 unit kendaraan yang merupakan bantuan dari BNPD tahun 2013 serta 1 unit tangki pembelian tahun 2013. Saat ditanya apakah jumlah kendaraan tersebut cukup untuk menjangkau banyaknya wilayah di Kabupaten Pasuruan yang dilanda kekeringan, Bakti mengaku bahwa pihaknya juga dibantu Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman 3 unit, 1 unit dari Dinas Sosial, dan 5 unit dari PDAM Kabupaten Pasuruan.

“Insya Allah cukup untuk bisa menjangkau semua wilayah yang dilanda kekeringan,” singkatnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, BPBD Kabupaten Pasuruan belum melakukan distribusi air bersih meski laporan tentang beberapa wilayah sudah masuk. Seperti di Kecamatan Pasrepan dan Gempol. Dijelaskan Bakti, sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedur), pengiriman baru dilakukan apabila sumber air yang ditemukan melebihi 3 KM.

“Kalau 3 KM tapi masih ditemukan sumber air, maka kami himbau untuk warga bisa mengambil air tersebut di titik yang ditemukan. Tapi kalau sudah lebih dari 3 km, baru itu termasuk bencana,”  beber dia. (emil)

  • 14:13:18
  • emil
  • 233 kali dilihat
  • Pelayanan Publik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

Saat ini agenda kegiatan masih kosong.

Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga