01Dec2016

RAPERDA APBD 2017 DISAHKAN, BELANJA DAERAH Rp 3,2 T

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD 2017, akhirnya disahkan.

Seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menyetujui Raperda APBD 2017 menjadi APBD 2017, dan dilanjutkan dengan ketok palu oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, dalam acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan dengan agenda Persetujuan Raperda APBD Kabupaten Pasuruan 2017 menjadi Perda, di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (30/11).

"Dengan mengucap bismillahirrohmanirrokhim, Raperda APBD Kabupaten Pasuruan 2017 saya nyatakan disetujui untuk dilanjutkan menjadi Perda," ucap Sudiono sebelum akhirnya mengetok palu tiga kali sebagai tanda disahkannya raperda itu.

Hanya saja, penetapan raperda APBD kali ini cukup menarik perhatian semua undangan, mengingat pendapatan dan belanja daerah yang dipastikan benar-benar anjlok. Berdasarkan paripurna pengesahan APBD 2017 yang dilakukan kemarin (30/11), jumlah belanja daerah hanya mencapai Rp 3,18 triliun. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan tahun APBD 2016 setelah dilakukan perubahan, yang mencapai Rp 3,51 triliun. Sementara untuk pendapatan, nyaris tak mengalami perubahan. Tahun 2016, pendapatan daerah mencapai Rp 2,9 triliun.

Sementara, APBD 2017 ini, pendapatan daerah mencapai Rp 2,9 triliun. Dengan jumlah itu, artinya ada defisit anggaran antara pendapatan dengan belanja tahun 2017.Besarnya mencapai Rp 272 miliar. Defisit anggaran itu, bakal ditutupi dengan SILPA 2016 yang diproyeksikan mencapai Rp 285 miliar.

"Ada penurunan APBD 2017 dan itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan, tetapi hampir semua daerah. Hal ini dipengaruhi penerimaan negara yang mengalami penurunan,” ungkap Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat ditemui seusai sidang paripurna.

Menurut Irsyad, APBD 2017 mengalami penurunan, salah satunya dipengaruhi bantuan keuangan dari pusat yang mengalami penurunan. Seperti bantuan keuangan untuk fisik, berupa DAK tahun 2017 yang hanya diproyeksikan mencapai Rp 115 miliar. Padahal, tahun 2016 lalu, besaaran DAK untuk fisik mencapai Rp 199 miliar. Meski mengalami penurunan dibanding tahun 2016, Irsyad menuturkan, jika APBD 2017 lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Mengingat, besaran APBD 2017 sebelumnya diproyeksikan hanya mencapai Rp 2,7 triliun.

"Kalau dibandingkan proyeksi awal, ada kenaikan. Karena, APBD 2017 setelah digedok, mencapai Rp 3,18 triliun. Proyeksi awal kan sebesar Rp 2,7 triliun,” beber dia. Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menyampaikan, hasil pengesahan R-APBD menjadi APBD 2017 bakal diserahkan ke provinsi untuk diverifikasi. "Hasilnya akan diverifikasi ke provinsi untuk mendapat persetujuan dari Gubernur,” jelasnya. (emil)

  • 05:00:00
  • emil
  • 62 kali dilihat
  • Politik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

NOV 23

Peringatan Hari Ikan Nasional

08:00 am - 00:00 am

23 Nop 2016 (Tanggal Berakhir)

Sentra Produk Unggulan Bangil

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga