30Nov2016

RATUSAN WARGA GRATI TERIMA GANTI UNTUNG PEMBEBASAN LAHAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO

Tahun 2017 mendatang, Pembangunan tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) sepertinya akan dimulai.

Sebagai langkah awal dimulainya pembangunan tol baru itu, Kementerian Pekerjaan Umum-PERA secara bertahap telah melakukan proses pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi hingg telah mencapai 70 persen. Seperti yang terlihat pada Selasa (29/11), di mana ratusan warga di Balai Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan menerima pembayaran ganti untung lahan tol.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tol Pasuruan - Probolinggo Kementrian PU – PERA, Agus Minarno mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya negoisasi dengan warga yang menolak lahannya dibebaskan untuk pembangunan tol Paspro ini. Rencananya, 30 persen sisanya akan diselesaikan pada Desember mendatang. Targetnya, sebelum akhir tahun pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi warga sudah 100 persen.

"Saya besok ke Probolinggo untuk sosialisasi ini. Semoga Desember semua warga mau melepaskan tanahnya untuk pembangunan tol ini," terangnya.

Dijelaskannya, sekitar 30 persen dari jumlah warga menolak dengan harga ganti rugi yang diberikannya. Akhirnya, mereka pun bersikukuh dan akan berjuang sampai Mahkaham Agung (MA).

"Kami fasilitisi kok apa kemauan mereka. Jika mereka ingin menempuh jalur hukum, kami juga siap. Tapi, kami tetap berupaya agar ini bisa selesai tanpa jalur hukum agar proyek pembangunan tol ini bisa cepat terlaksana," terangnya.

Menurut Agus, pihaknya sudah memberikan harga yang lumayan tinggi dan disesuaikan dengan harga tanah di lapangan. Per meternya, pihaknya memberikan harga paling rendah mulai dari Rp 260.000 dan paling mahal dengan harga Rp 580.000. "Tapi itu tergantung orangnya saja. Yang jelas, kami memberikan harga maksimal itu," tandasnya.

 

Ia pun menjelaskan proses pembebasan lahan untuk pembangunan tol Paspro ini diklaim paling cepat. Sebab, ia mengacu pada aturan Perpres No 2 Tahun 2012  dan Inpres No 1 Tahun 2016 tentang percepatan proyek-proyek strategis termasuk pembangunan jalan tol. "Biasanya pembebasan lahan ini membutuhkan waktu yang lama, kami belum setahun ini sudah mencapai 70 persen yang sudah bisa dibebaskan," paparnya.

Seperti diketahui, tol Paspro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km). Pembangunanya ada tiga sesi, yakni sesi satu, dua dan tiga. Untuk sesi satu, nantinya akan melewati Grati - Nguling sepanjang 8 km. Sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan - Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km, dan Sumberasih - Leces sepanjang 17,30 km. Tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektar dan atau sekitar 3000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat, Simpang Susun Leces. (emil)

  • 11:29:11
  • emil
  • 57 kali dilihat
  • Umum
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

NOV 23

Peringatan Hari Ikan Nasional

08:00 am - 00:00 am

23 Nop 2016 (Tanggal Berakhir)

Sentra Produk Unggulan Bangil

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga