27Nov2016

MELIHAT KESUKSESAN UKM SEPATU DI KECAMATAN PANDAAN

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), setiap pengusaha harus dapat menciptakan produk yang dapat bersaing dengan siapapun dan di manapun. Banyak yang mengatakan bahwa apabila produk tersebut hanya “ecek’ecek”, maka bisa dipastikan gulung tikar, atau setidanya beralih profesi dengan menjajal bisnis yang lain.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Tri Mulyo (50), warga Jl Jaksa Agung Suprapto, RT 01 RW 01, Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Hampir 18 tahun lamanya, Tri konsisten pada usaha pembuatan sepatu dan sandal yang tak kalah dengan sepatu dan sandal bermerk yang ada di mall atau distro ternama. Tri menamakan usaha miliknya dengan sebutan “Three Star’s”.

Ditemui di sela-sela melayani pembeli yang datang ke toko sekaligus tempat tinggalnya, Sabtu (26/11), Tri mengatakan bahwa asal muasal dirinya terjun ke bisnis sepatu dan sandal berawal dari dirinya yang menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja), lantaran perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebakaran dan mengakibatkan kerugian material hingga milyaran rupiah.

“Saya dulu buruh di pabrik sol, dan kira-kira tahun 1996 pabrik kebakaran sehingga banyak karyawan yang dirumahkan termasuk saya. Bingung sekali waktu itu karena saya mikir kerja apa nanti. Tapi tiba-tiba saya ingin membeli sol-sol yang sudah reject (rusak), dan ternyata diperbolehkan oleh perusahaan,” kenang Tri akan masa kelamnya dulu.

Tri menjual sol-sol itu ke salah satu pabrik di Mojokerto dengan system barter (tukar barang) sepatu. Dengan harapan mendapatkan banyak sepatu yang siap dijual kembali. Tapi ternyata sepatu yang didapatkannya juga dalam keadaan reject sehingga dirinya memilih untuk membuat sepatu sendiri.

“Bisa dibilang dibohongi. Tapi ya sudahlah, saya niat untuk membuat sepatu. Dengan modal kemampuan saya membuat sol, akhirnya saya mencari tukang jahit sepatu ditambah minjem uang di bank Rp 10 juta, saya nekat buat sepatu,” imbuhnya.

Sepatu yang dibuatnya adalah sepatu kantor dan sekolah. Sebelum seperti sekarang, pesanan yang datang kepadanya belum begitu banyak. Tri mengaku menerima pesanan hanya 2-5 pasang sepatu saja, dan itupun dengan keuntungan yang tak seberapa. Berkat ketelatenan dan keuletan dirinya, pesanan demi pesanan akhirnya datang kepadanya, termasuk yang paling diingat adalah pesanan 14.000 sepatu khusus banser (barisan ansor serbaguna) yang dipesan oleh Syaifullah Yusuf, pria yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur. Untuk membuat sepatu sebanyak itu, Tri bahkan sampai mempekerjakan 25 orang untuk selesai sampai 3 bulan.

 

“Waktu itu ada kegiatan Banser se-Jawa Timur tahun 2003 dan dipusatkan di Kabupaten Pasuruan. Alhamdulillah, melalui pak Muslim Mustajab, saya dapat job untuk membuat sepatu banser sampai 14 ribu sepatu. Disitulah saya sangat bersyukur sekaligus panic karena takut kewalahan dan tidak sanggup membuatnya sesuai dengan waktu yang diberikan,” jelasnya.

Selain untuk sepatu banser, Tri juga sering mendapat pesanan sepatu brimob dengan jumlah mencapai 700-800 pasang, sepatu polisi lantas, hingga pesanan dari para guru, karyawan hingga masyarakat umum. Hingga kini, Tri memproduksi banyak jenis sepatu, mulai dari sepatu kantor, sekolah, safety shoes (sepatu pabrik), olahraga, PDH, marching band sampai sepatu fashion. Harganya pun dibrandol sesuai dengan jenis sepatu.

“Kalau safety shoes mulai dari Rp 120-Rp 150 ribu, sepatu kantor Rp 80-Rp 120 ribu, sepatu sport atau olahraga antara Rp 80-Rp 150 ribu, sepatu sekolah mulai Rp 60-Rp 150 ribu, sepatu PDH mulai Rp 120-Rp 200 ribu dan sepatu fashion mulai dari Rp 75-Rp 350 ribu,” akunya.

Dari usaha yang dirintisnya, Tri mampu menyekolahkan anak pertamanya, Arit Multi Prawiro (23) hingga menjadi dokter gigi serta anak sulungnya yang kini bersekolah di Malang. Selain itu, Tri yang kini memiliki 14 pekerja tersebut sudah mendapat pasar tetap, dan semuanya hampir ke semua daerah se-Indonesia.

“Alhamdulillah, kalau ditanya berapa keuntungan yang didapat, pokoknya cukup untuk menggaji karyawan dan kesejahteraan mereka, dan untuk masa depan anak-anak saya,” singkatnya. (emil)

 

  • 13:43:49
  • emil
  • 66 kali dilihat
  • Ekonomi
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

NOV 23

Peringatan Hari Ikan Nasional

08:00 am - 00:00 am

23 Nop 2016 (Tanggal Berakhir)

Sentra Produk Unggulan Bangil

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga