19Oct2016

RIBUAN PENCARI KERJA PADATI JOB MATCHING 2016

Ribuan job seeker (Pencari kerja) memadati Job Matching 2016 yang diselenggarakan SMKN I Bangil, Rabu (19/10).

Event yang hampir sama dengan Job Fair itu tak hanya dipadati oleh para pencari kerja dari Pasuruan saja, melainkan dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Probolinggo, Malang, Lumajang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik.

Mohammad Supandri, Ketua Panitia Job Matching 2016 mengatakan, Job Matching dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yakni mulai 19-20 Oktober, di mana total sebanyak 44 perusahaan yang membuka 2000 lowongan pekerjaan, mulai dari industry makanan dan minuman, obat-obatan, furniture (mebel) hingga pelayanan jasa.

“41% pelamar merupakan warga Kabupaten Pasuruan, sedangkan 59% berasal dari Kota Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Mojokerto sampai Lumajang. Kita memang mengkhususkan untuk lulusan SMK atau SMA se-Kabupaten Pasuruan,” kata Supandri, di sela-sela acara.

Hingga hari pertama pelaksanaan Job Matching 2016, total pelamar yang sudah mendaftar mencapai 8000 orang lebih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6309 pelamar yang mendaftar via online, dan sisanya menyerahkan lamaran pekerjaan langsung ke lokasi pelaksanaan job matching. Kata Supandri, 66% dari para pelamar adalah lulusan SMK, 17% lulusan SMA, 5% lulusan DI-D3, 4% lulusan SI, 2% lulusan S2, dan sisanya lulusan SMP.

“Kita memang sengaja mengkhususnkan acara ini untuk lulusan SMK di Kabupaten Pasuruan, karena ending nya adalah bekerja. Banyak sekali lulusan SMK di Kabupaten Pasuruan yang ketika lulus tidak serta merta langsung dapat pekerjaan. Untuk itu kita gelar acara ini supaya mereka juga mengetahui lowongan pekerjaan apa saja yang dibuka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Dr Iswahyudi menegaskan bahwa Job Matching yang digagas SMKN I Bangil betul-betul membantu Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam hal mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan. Selain mempertemukan para pencari kerja dengan pemberi kerja, Job Matching juga efektif untuk menumbuhkan semangat berkompetisi dalam urusan mencari pekerjaan.

“Salah satu indicator bahwa di daerah masih ada pengangguran adalah adanya Job Fair atau Job Matching, dan kegiatan tersebut sangat baik untuk bisa menekan jumlah pengangguran di daerah. Kalau pengangguran semakin menurun, maka banyak sekali efek yang akan ditimbulkan, salah satunya menurunnya angka kriminalitas,” ucap Iswahyudi, sesaat sebelum meresmikan Job Matching 2016, di Halaman SMKN I Bangil.

Diungkapkannya, Job Matching adalah magnet tersendiri bagi sebuah daerah yang bisa ditiru oleh daerah lain, dalam artian menjadi hilir bagi program pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam rangka menempatkan lulusan di dunia industry . Di Kabupaten Pasuruan sendiri, jumlah SMK mencapai 70 sekolah, dengan rincian 14 SMK negeri dan 56 SMK swasta, dan dengan lulusan sebanyak 26.472 lulusan SMK dan 12.310 lulusan SMA.

“Setidaknya bisa mengatasi semakin banyaknya lulusan SMK dan SMA di Kabupaten Pasuruan. Tentu saja ada yang memilih melanjutkan kuliah, tapi kebanyakan kalau sudah lulus SMK, jurusannya pasti ingin bekerja. Untuk itu, semoga setiap tahunnya banyak sekali program kita yang mengarah pada pengurangan jumlah penganggunuran di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. (emil)

 

  • 13:36:06
  • emil
  • 230 kali dilihat
  • Pelayanan Publik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

NOV 23

Peringatan Hari Ikan Nasional

08:00 am - 00:00 am

23 Nop 2016 (Tanggal Berakhir)

Sentra Produk Unggulan Bangil

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga