Paket Ketiga P2KP Rp 5,5 M

Dana sebesar ini akan dikucurkan pada 47 BKM yang lolos dari proses audit (pemeriksaan). Sebelumnya, ada 78 BKM yang mengikuti proses tender fisik untuk menggarap proyek fisik di desa pada tahun 2008 ini. Namun, setelah diverifikasi hanya ada 47 BKM yang lolos dari audit independen itu. Ke-47 BKM inilah yang kemarin diundang untuk mengikuti lokakarya di Hotel Tretes Raya selama dua hari, sejak kemarin dan hari ini.
"Lokakarya ini kita lakukan agar BKM bisa mendapatkan pemahaman yang sama mulai dari pembuatan proposal hingga mengerti pada tahap teknis realisasi," ujar Gunawan Wicaksono, penanggung jawab program yang juga Plt Kabid Sosbud Bappeda Pemkab kemarin.Program paket pertama pada 2006 didapatkan Kabupaten Pasuruan dengan nilai hanya Rp 2 M. Kucuran dana itu disalurkan melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) APBN. Proyek P2KP ini dilakukan melalui sharing program.
Kemudian, paket kedua P2KP pada 2007 didapatkan dari APBN dan APBD. APBN senilai Rp 2,5 M dan sharing APBD senilai Rp 1,275 M. Dan pada paket ketiga ini jumlah yang diperoleh BKM di Kabupaten Pasuruan lebih besar. APBN dan APBD senilai Rp 5,5 M. Dan masih ditambah lagi dengan motivasi masyararakat dalam bentuk swadaya senilai Rp 1,1 M. Pembukaan lokakarya dua hari itu kemarin dibuka resmi Bupati Dade Angga. Tampak hadir Markus selaku konsultan manajemen wilayah dan Priyono, satker satuan nonvertikal dari Provinsi Jatim. Sementara, dari Kabupaten tampak hadir anggota komisi C, Agus Priya Sanjata, para kepala desa dan camat. Hanya, tidak seluruh camat hadir. Ada empat camat yakni, Tosari, Gondang Wetan, Pohjentrek dan Rembang yang tidak hadir. Hal ini dikarenakan, BKM di wilayahnya tidak lolos dalam proses verifikasi (auditing).
"Selama paket ini berlangsung, kami sudah membuat program yang mirip dengan P2KP. Hal inilah yang membuat kami selalu dipercaya oleh pihak pusat. Bahkan, banyak BKM kita yang memang sehat," cetusnya. Sementara itu, Bupati Dade Angga kemarin juga menyerahkan piagam penghargaan pada empat BKM yang berprestasi. "Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk berbuat yang lebih baik lagi. Saya harap pada para camat, kades untuk memberikan pengawasan. Camat harus tahu persis terhadap pengerjaan proyek dan kondisi masyarakat setempat," terangnya. (day)