Perlunya dibentuk Kelompok Masyarakat Peduli HIV-AIDS

Pasuruan - Penyelenggaraan Lokakarya & AIDS dengan tema Penguatan peran Stakeholder dan Shareholder dalam program penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Pasuruan antara Dinas Kesehatan Pasuruan dan KPA Kabupaten Pasuruan diminati oleh banyak peserta, hal itu ditunjukan saat pembukaan Lokakarya & AIDS oleh Wakil Bupati Pasuruan Drs. H. Eddy Paripurna di ruang rapat Dinas Cipta Karya pagi tadi 28/7.
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Komisi D DPRD Kabupaten Pasuruan, Sekretaris KPA Jatim, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Pimpinan Muhamadyah Kabupaten Pasuruan, Bapak-Ibu Camat se-Kabupaten Pasuruan, Perwakilan Lintas Agama/ Pondok Pesantren, KBH Kabupaten Pasuruan serta Perwakilan SMU se-Kabupaten Pasuruan.
Latar belakang diselenggarakan acara ini, melihat Kondisi Kabupaten Pasuruan sejak tahun 1993 sampai Mei 2009 sudah menemukan kasus HIV-AIDS sebanyak 343 orang dengan 180 HIV dan 165 penderita AIDS. Kabupaten Pasuruan sendiri sudah masuk dalam urutan 20 Kab/Kota untuk tingkat keseriusan penanggulangan HIV-AIDS. Dari 24 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Bangil, Pandaan dan Tutur merupakan Kecamatan rawan HIV-AIDS.
Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan perlu keseriusan Pemerintah Daerah dalam menanggulangi HIV-AIDS, saat ini bukan hanya semata karena prihatin terhadap kemajuan zaman tetapi kepedulian kita sebagai penerus bangsa agar bisa hidup sehat, mandiri dan jauh dari hal-hal obat-obatan serta sex bebas. Wabub menyarankan untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat peduli HIV-AIDS mulai dari tingkat masyarakat keatas sampai tingkat kebawah.
Menurut pandangan islam yang disampaikan KH. Shonhaji tidak ada penyakit yang bersifat kutukan, karena itu, klaim tidaklah cukup. Sudah saatnya kita (muslim) memberikan kontribusi yang besar dan nyata bagi ODHA, ketika mereka menjadi korban ketidaktahuan dan kesalahpahaman serta masyarakat yang menolak apalagi sampai mengucilkan mereka.(mardev)