MESKI HASIL QUICK COUNT PEMILUKADA KAB. PASURUAN 2013 SUDAH DIRILIS BEBERAPA LEMBAGA SWASTA, KPU KAB. PASURUAN LAKUKAN PENGHITUNGAN MANUAL SESUAI ATUR

Senin, 4 Maret 2013 13:22:35 - oleh : eka

MESKI HASIL QUICK COUNT PEMILUKADA KAB. PASURUAN 2013 SUDAH DIRILIS BEBERAPA LEMBAGA SWASTA, KPU KAB. PASURUAN LAKUKAN PENGHITUNGAN MANUAL SESUAI ATUR

Meskipun sejak H+1 pelaksanaan pemilukada sudah ada hasil penghitungan cepat atau quick count yang dirilis di semua media, tapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan baru akan melaksanakan penghitungan secara manual, 5 maret 2013. Jadi, kata ZAINAL ABIDIN Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, secara resmi, hasil perolehan suara di pemilukada Kabupaten Pasuruan 3 Maret 2013, baru dapat diketahui 7 Maret 2013.

Penghitungan suara tetap akan dilakukan KPU sesuai dengan aturan hukum, berdasarkan tahapan yang harus dilalui. Yaitu baru melakukan rekapitulasi penghitungan surat suara yang diperoleh dari semua TPS di 24 kecamatan. Baru kemudian diperoleh angka riil hasil perolehan suara dan akan dipublikasikan ke publik.           

Menurut ZAINAL, tidak dilakukannya penghitungan suara secara cepat oleh KPU sesaat sesudah pencoblosan, lebih dikarenakan kepatuhan KPU pada aturan hukum. Jadi bukan soal cepat lambatnya dilakukan rekapitulasi penghitungan suara, untuk dapat diketahui siapa pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak di pemilukada.

Di sisi lain, masyarakat tetap dapat mengetahui hasil penghitungan cepat dari perolehan suara dari hasil rilis beberapa lembaga swasta yang telah dipublikasikan di beberapa media. Termasuk perolehan hasil prosentase suara di masing-masing kecamatan yang dijadikan sample.           

ZAINAL sendiri mengakui, adalah suatu hal yang sah-sah saja ketika ada penghitungan cepat oleh beberapa lembaga swasta, yang sekarang ini sudah beredar luas di masyarakat. Hal tersebut dapat dijadikan langkah awal untuk mengetahui hasil pantauan beberapa sampling yang dirasa sudah representatif dalam menentukan sebuah kemenangan. Tapi belum menjadi referensi akhir yang mencerminkan kondisi riil terhadap perolehan suara di pemilukada Kabupaten Pasuruan 2013.

Berdasarkan data yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) area Jawa Timur, dari hasil quick count yang kemarin dilakukan diketahui bahwa pasangan calon nomor urut 4 yaitu IRSYAD GAGAH (Irsyad Yusuf-Riang Kulup Prayuda) meraih 41,14 persen suara. Disusul kemudian pasangan DIKJOYO (Udik Djanuantoro-Joko Cahyono) dengan raihan 23,09 persen. Kemudian DIBA’ (Eddy Paripurna-Bambang Pudjiono) dengan 15,04 persen. BERKELAS (Kelana Aprilianto-Agus Asy’ari) dengan 9,77 persen. Sedangkan pasangan ANDA (Anwar Sadad-Dade Angga) mendapatkan 7,71 persen suara dan MUJUR (Mujammil Syafi’i-Juraidah) mendapatkan 2,65 persen suara.     

Sementara itu, KPU Kabupaten Pasuruan menilai, pelaksanaan pemilukada Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan serentak di 2.369 TPS pada hari Minggu 3 Maret 2013, bisa dikatakan sukses, lancar, tertib dan aman. Kalaupun ada beberapa hal-hal kecil yang menyertai, tapi secara umum tidak mengganggu jalannya pemilukada. Seperti kekurangan surat suara dan masih adanya masyarakat yang tidak memberikan hak suaranya alias golput.

Dari segi tingkat kehadiran, prosentase jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemilukada Kabupaten Pasuruan cukup tinggi, yaitu sekitar 65-70 persen. Bahkan angka itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kehadiran pada pemilukada di daerah lain di Indonesia.   

Ketidakhadiran sekitar 30 persen para pemilih dalam pencoblosan merupakan PR bagi KPU yang harus diselesaikan di pemilukada 5 tahun mendatang. Targetnya, bagaimana dapat memperkecil angka golput, dengan memberikan suatu pemahaman berupa sosialisasi, tentang hak dan kewajiban para pemilih dalam memberikan satu suaranya di pemilukada.    

Kepada Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Pasuruan ZAINAL ABIDIN Ketua KPU Kabupaten Pasuruan tadi mengatakan, KPU juga menargetkan, semua calon pemilih di pemilukada ke depan, lebih memiliki pemahaman tentang profil dan kualpitas pemimpin yang akan dipilihnya nanti. Sehingga akan dihasilkan suatu pemilukada yang benar-benar berkualitas. (EKA MARIA) 

| More

Berita "Agama" Lainnya